BAIC Indonesia Catat 407 SPK Selama GIIAS 2026
BAIC Indonesia menutup keikutsertaannya dalam Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 dengan mencatat 407 surat pemesanan kendaraan (SPK). Capaian tersebut menunjukkan respons positif konsumen terhadap sejumlah model yang ditawarkan produsen otomotif asal China itu.
Chief Operating Officer BAIC Indonesia, Dhani Yahya, mengatakan sebagian besar SPK berasal dari BAIC BJ30 HEV. SUV hybrid tersebut menjadi model yang paling banyak diminati konsumen selama pameran.
BJ30 HEV Jadi Model Paling Diminati
Menurut Dhani, minat terhadap BJ30 HEV mencerminkan kebutuhan konsumen Indonesia terhadap kendaraan yang mampu memadukan karakter SUV dengan efisiensi penggunaan bahan bakar.
“Kombinasi antara karakter SUV yang kuat, performa, dan efisiensi inilah yang membuat BJ30 HEV semakin relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia saat ini,” kata Dhani dalam keterangan resmi, Jumat.
BJ30 HEV menawarkan pendekatan kendaraan hybrid yang tidak membutuhkan pengisian daya eksternal. Teknologi tersebut memungkinkan konsumen memperoleh manfaat efisiensi kendaraan elektrifikasi tanpa harus bergantung pada fasilitas pengisian baterai.
baca juga: Aston Martin Hadirkan 3 DB12 S Langka
Dominasi pesanan BJ30 HEV juga menunjukkan bahwa desain SUV yang tangguh masih memiliki daya tarik kuat di pasar Indonesia. Pada saat bersamaan, konsumen semakin mempertimbangkan efisiensi bahan bakar ketika memilih kendaraan baru.
Kombinasi tersebut menjadi salah satu nilai jual utama BJ30 HEV. BAIC memadukan tampilan SUV yang kokoh dengan performa serta teknologi hybrid untuk menjawab kebutuhan mobilitas harian konsumen.
BAIC T1 Raih 139 Pesanan
Selain BJ30 HEV, BAIC T1 juga memperoleh respons positif selama GIIAS 2026. Kendaraan listrik tersebut mencatat 139 SPK sepanjang pameran.
BAIC T1 menjadi kendaraan listrik pertama BAIC yang dipasarkan di Indonesia. Model ini mengandalkan desain modern, ruang kabin yang lapang, teknologi pintar, serta nilai produk yang kompetitif.
Dhani menilai capaian tersebut menjadi salah satu hasil yang membanggakan bagi BAIC Indonesia. Respons konsumen terhadap T1 terlihat dari pengalaman mereka setelah mencoba kendaraan tersebut selama pameran.
Konsumen memberikan penilaian positif terhadap desain, kenyamanan kabin, performa, akselerasi, serta karakter pengendalian BAIC T1. Kelengkapan teknologi juga menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian.
Fitur seperti Parking Assist turut memperkuat daya tarik T1 bagi konsumen. Teknologi kendaraan listrik yang ditawarkan juga memberikan pilihan baru bagi masyarakat yang mulai mempertimbangkan mobilitas berbasis elektrifikasi.
BJ40 dan X55 II Tambah Perolehan SPK
Dua model lain turut menyumbang perolehan pemesanan BAIC selama GIIAS 2026. BAIC BJ40 mencatat 51 SPK, sedangkan BAIC X55 II memperoleh 16 SPK.
Perolehan tersebut memperlihatkan bahwa minat konsumen tidak hanya terpusat pada kendaraan hybrid dan listrik. Produk dengan karakter SUV konvensional juga tetap memiliki pasar di tengah perkembangan kendaraan elektrifikasi.
Jika dirinci berdasarkan angka yang disampaikan BAIC Indonesia, BJ30 HEV menjadi penyumbang terbesar dari total 407 SPK. BAIC T1 menyusul dengan 139 pesanan, kemudian BJ40 sebanyak 51 unit dan X55 II sebanyak 16 unit.
GIIAS Menjadi Momentum BAIC Perkuat Pasar Indonesia
Capaian 407 SPK memberikan gambaran mengenai respons pengunjung terhadap portofolio BAIC di GIIAS 2026. Kehadiran model hybrid, listrik, dan SUV konvensional membuat BAIC menawarkan pilihan yang lebih beragam kepada konsumen.
Respons terhadap BJ30 HEV sekaligus menunjukkan peluang kendaraan hybrid di pasar Indonesia. Konsumen dapat mempertimbangkan teknologi elektrifikasi dengan pola penggunaan yang tidak memerlukan pengisian baterai secara langsung.
Sementara itu, capaian BAIC T1 memperlihatkan adanya ruang bagi kendaraan listrik baru untuk menarik perhatian konsumen. Desain, kenyamanan, fitur, serta pengalaman berkendara menjadi faktor penting selain teknologi elektrifikasi itu sendiri.
Dengan capaian tersebut, BAIC Indonesia memiliki modal untuk melanjutkan penguatan merek dan produknya setelah GIIAS 2026. Respons konsumen selama pameran juga dapat menjadi masukan bagi perusahaan dalam mengembangkan strategi produk dan layanan di pasar otomotif Indonesia.
baca juga: BAIC kembangkan baterai ion natrium dapat terisi penuh dalam 11 menit