Kunjungan Museum dan Cagar Budaya Naik 400 Persen, Fadli Zon Dorong Transformasi Wisata Budaya
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut jumlah kunjungan masyarakat ke museum dan cagar budaya meningkat hingga 400 persen dalam satu tahun terakhir. Peningkatan tersebut terjadi setelah pemerintah melakukan berbagai pembenahan untuk menghadirkan pengalaman kunjungan yang lebih menarik dan interaktif.
Fadli mengatakan kenaikan jumlah pengunjung menunjukkan perubahan cara masyarakat memandang museum. Kini, museum tidak hanya dianggap sebagai tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga menjadi ruang edukasi, rekreasi, dan pengembangan ekonomi berbasis kebudayaan.
“Peningkatan ke cagar budaya dan museum paling tidak setahun terakhir ini naik sampai 400 persen,” kata Fadli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.
Program Museum Passport Tingkatkan Minat Generasi Muda
Salah satu faktor yang mendorong peningkatan kunjungan adalah peluncuran program Museum Passport. Program tersebut memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengoleksi cap dari berbagai museum di Indonesia sekaligus mendapatkan pengalaman baru dalam mengenal sejarah dan kebudayaan nasional.
Fadli menjelaskan program itu mendapat respons positif, terutama dari kalangan generasi muda. Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya permintaan terhadap Museum Passport yang disediakan Kementerian Kebudayaan.
“Gen Z luar biasa tertarik. Baru kita cetak 5.000 eksemplar dalam beberapa hari langsung habis. Sekarang kita cetak lagi 8.000 Museum Passport, permintaannya sangat cepat,” ujar Fadli.
Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mendekatkan museum dengan masyarakat. Melalui pendekatan yang lebih kreatif, museum diharapkan mampu menjadi destinasi yang relevan bagi generasi saat ini.
baca juga: Menbud harap perguruan tinggi bangun museum ruang edukasi pelestarian
Revitalisasi Museum Dorong Pengalaman Kunjungan Lebih Interaktif
Fadli mencontohkan peningkatan jumlah pengunjung terjadi di Museum Pusaka Indonesia yang berada di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Setelah mengalami revitalisasi, museum tersebut menghadirkan konsep yang lebih interaktif dengan berbagai pembaruan fasilitas.
Pembenahan tersebut membuat pengunjung tidak hanya melihat koleksi sejarah, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar yang lebih menarik. Pemerintah menilai revitalisasi museum menjadi langkah penting untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap warisan budaya.
Fadli mengatakan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian terhadap pengembangan sektor kebudayaan. Arahan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk mempercepat pembenahan museum dan cagar budaya di berbagai daerah.
Pemerintah ingin menjadikan museum sebagai pusat kebudayaan, ruang pembelajaran, serta bagian dari penggerak ekonomi kreatif. Dengan konsep tersebut, museum diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Museum Indonesia Mulai Dikembangkan Sebagai Destinasi Ekonomi Budaya
Fadli menyampaikan bahwa sejumlah museum di berbagai negara telah berkembang menjadi destinasi yang memberikan kontribusi ekonomi. Selain menghadirkan koleksi sejarah, museum juga memiliki fasilitas pendukung seperti toko suvenir, restoran, dan kedai kopi.
Konsep tersebut mulai diterapkan di Indonesia melalui pengembangan sejumlah museum, termasuk Museum Nasional Indonesia. Museum Nasional dijadikan salah satu contoh dalam penguatan tata kelola dan peningkatan kualitas layanan museum.
Menurut Fadli, perkembangan museum modern harus mampu menggabungkan unsur edukasi, pelestarian budaya, serta pengalaman wisata. Dengan pendekatan tersebut, masyarakat akan semakin tertarik untuk datang dan mengenal sejarah bangsa.
Peningkatan kunjungan museum dan cagar budaya juga dinilai berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Aktivitas wisata budaya dapat membuka peluang usaha, mulai dari sektor kreatif hingga layanan pendukung pariwisata.
Pemerintah Evaluasi Dampak Ekonomi Kunjungan Museum
Fadli mengatakan dampak ekonomi dari meningkatnya kunjungan museum mulai terlihat. Namun, pemerintah masih melakukan penghitungan untuk mengetahui nilai kontribusi secara lebih menyeluruh hingga akhir tahun.
“Mulai, sudah banyak. Tapi angkanya nanti kita lihat di akhir tahun,” ujarnya.
Kementerian Kebudayaan berharap tren peningkatan kunjungan tersebut terus berlanjut. Pemerintah akan melanjutkan program revitalisasi, inovasi layanan, serta promosi museum agar semakin banyak masyarakat mengenal kekayaan sejarah dan budaya Indonesia.
Dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap museum dan cagar budaya, sektor kebudayaan memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai bagian dari pendidikan publik sekaligus penguatan ekonomi berbasis warisan budaya.
baca juga: Prabowo Usul Sabang–Andaman Jadi Hub Strategis Baru Indonesia dan India