- garagedangeli – Pameran Otomotif Internasional Beijing 2026, atau dikenal sebagai Auto China 2026, resmi dibuka pada Jumat (24/4) di Beijing, ibu kota China. Ajang dua tahunan ini akan berlangsung hingga 3 Mei mendatang di China International Exhibition Center (CIEC). Pameran ini menjadi barometer utama industri otomotif global, terutama untuk pasar kendaraan listrik (EV) dan kendaraan yang terhubung secara digital.
Memasuki edisi ke-18, pameran ini menempati area seluas 380.000 meter persegi. Sebanyak 1.451 kendaraan dipamerkan, dengan 71 di antaranya merupakan mobil konsep. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan edisi 2024 yang “hanya” menampilkan 1.000 kendaraan dan 50 konsep. Para produsen mobil global dan China berlomba meluncurkan produk baru, terutama di segmen kendaraan listrik (EV) dan plug-in hybrid (PHEV).
Salah satu sorotan utama adalah dominasi merek China. Data dari China Passenger Car Association (CPCA) menunjukkan bahwa pangsa pasar mobil penumpang merek China kini telah melampaui 50 persen. BYD, Geely, Chery, dan Great Wall Motor menjadi pesaing utama bagi raksasa asing seperti Volkswagen, Toyota, dan Honda.
Untuk menarik kembali minat konsumen lokal, pabrikan asing seperti Volkswagen dan Toyota meluncurkan model EV yang didesain khusus untuk China. Toyota memamerkan bZ3X (2026), SUV listrik yang merupakan versi produksi dari konsep bZ Compact, yang kabarnya akan diekspor ke Eropa. Sementara Volkswagen Group menampilkan ID.7 GTX dan beberapa model konsep di bawah merek Audi.
Pameran ini juga diramaikan oleh debut global model-model EV terbaru, seperti BYD Ocean-S, Geely Galaxy E9, Leapmotor B01, dan MG Immerse R7. Pengunjung juga dapat menyaksikan teknologi baterai solid-state terbaru dari CATL dan BYD yang diklaim lebih aman dan memiliki kepadatan energi tinggi.
Auto China 2026 tidak hanya pameran kendaraan, tetapi juga forum teknologi. Terdapat 200 konferensi dan forum yang membahas masa depan mobilitas, rantai pasok, dan kebijakan industri. Acara ini menjadi panggung bagi China untuk memamerkan ambisinya menjadi pemimpin global dalam teknologi kendaraan listrik dan otonom.
“Baca Juga : Pertamina Enduro Juara Proliga 2026 Kalahkan Phonska“
Auto China 2026 Jadi Ajang Pamer Teknologi, China Targetkan Penguasaan Rantai Pasok EV Global
Auto China 2026 tidak hanya menjadi pameran kendaraan biasa, tetapi juga forum teknologi paling bergengsi di Asia. Pameran otomotif yang berlangsung di Beijing ini menyelenggarakan lebih dari 200 konferensi dan forum. Acara ini menjadi pusat diskusi mengenai masa depan mobilitas global.
Para eksekutif dari BYD, Huawei, dan CATL dijadwalkan menjadi pembicara kunci. Mereka akan membahas strategi pengembangan baterai solid-state dan sistem penggerak listrik terintegrasi. Isu rantai pasok juga menjadi topik utama forum. Produsen otomotif asing seperti Volkswagen dan Toyota mengkritik kebijakan “baterai lokal” China yang dianggap diskriminatif.
Menurut data Kementerian Perindustrian China, total kapasitas produksi baterai kendaraan listrik China mencapai 2.500 GWh pada akhir 2025. Ini cukup untuk memenuhi hampir 70 persen permintaan global. Pemerintah China juga memberikan insentif riset senilai $50 miliar untuk teknologi otonom. Targetnya adalah menguasai penuh rantai pasok kendaraan listrik global pada 2030.
Acara ini menjadi panggung bagi China untuk memamerkan ambisinya. Mereka ingin menjadi pemimpin global dalam teknologi kendaraan listrik dan otonom. Melalui serangkaian forum dan konferensi, China menunjukkan kesiapannya untuk menentukan standar industri masa depan.
Tidak hanya itu, pameran ini juga dihadiri oleh perwakilan dari 50 negara. Mereka datang untuk menjajaki kerja sama investasi di sektor otomotif China. Dengan dukungan penuh pemerintah dan industri, Auto China 2026 menjadi momentum penting bagi percepatan adopsi kendaraan ramah lingkungan di seluruh dunia.
Dominasi Merek China di Auto China 2026: BYD hingga Great Wall Kuasai 50 Persen Pangsa Pasar
Salah satu sorotan utama di Auto China 2026 adalah dominasi merek China. Jumlah mobil konsep dan model produksi baru dari produsen lokal jauh melebihi pabrikan asing. Kehadiran merek China sangat mendominasi area pameran seluas 380.000 meter persegi tersebut.
Data dari China Passenger Car Association (CPCA) menunjukkan sebuah pencapaian bersejarah. Pangsa pasar mobil penumpang merek China kini telah melampaui 50 persen untuk pertama kalinya. Peningkatan ini bahkan mencapai 55,2 persen pada kuartal pertama 2026, melonjak dari 42 persen pada periode yang sama tahun 2022.
BYD, Geely, Chery, dan Great Wall Motor menjadi pesaing utama. Keempatnya secara agresif melahap pangsa pasar yang sebelumnya dikuasai raksasa asing. BYD memamerkan Ocean-S, sedan listrik yang diklaim mampu menempuh jarak 800 km. Geely meluncurkan Galaxy E9, pesaing langsung Tesla Model S.
Chery memamerkan SUV Exeed LX yang dibekali teknologi hybrid canggih. Great Wall Motor, lewat merek Tank dan Ora, menghadirkan model off-road listrik yang diminati konsumen muda. Keempat merek lokal ini sukses merebut hati konsumen dengan harga kompetitif dan fitur teknologi mutakhir.
Kondisi ini membuat raksasa otomotif asing seperti Volkswagen, Toyota, dan Honda terpana. Mereka harus berjuang keras untuk mempertahankan eksistensi di pasar terbesar dunia itu. Toyota, misalnya, memamerkan bZ3X yang didesain khusus untuk China. Volkswagen menampilkan konsep ID.7 GTX dan model listrik di bawah merek Audi.
Fenomena ini disebut-sebut sebagai “titik balik” oleh analis industri. “Konsumen China sekarang lebih percaya pada teknologi dan desain lokal daripada merek asing,” ujar Cui Dongshu, Sekjen CPCA. Ia memprediksi pangsa pasar merek China bisa menyentuh 65 persen pada 2030.
Dengan tren ini, Auto China 2026 menjadi saksi bisu peralihan kekuatan otomotif global. Merek China tidak lagi menjadi peniru, tetapi kini menjadi pemimpin inovasi kendaraan listrik dan otonom. Pabrikan asing pun dipaksa beradaptasi cepat atau tersingkir dari pasar raksasa China.
“Baca Juga : Aprilia dan Yamaha Gunakan Wildcards di MotoGP Spanyol“