Airlangga Hartarto Sebut KEK Indonesia Siap Dukung Pertumbuhan Industri
Pemerintah Siapkan Kawasan Ekonomi Khusus untuk Tarik Investasi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan Indonesia memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang siap dimanfaatkan oleh pelaku usaha dan sektor industri. Keberadaan KEK menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menarik investasi serta memperkuat aktivitas manufaktur di dalam negeri.
Airlangga menyampaikan pemerintah terus mendorong pembangunan kawasan industri melalui penyediaan berbagai fasilitas pendukung. Menurutnya, KEK dapat menjadi pilihan bagi investor yang ingin membangun fasilitas produksi di Indonesia.
“Kita selalu menarik (industri), makanya kita membuat berbagai Kawasan Ekonomi Khusus untuk membangun pabrik di Indonesia,” ujar Airlangga saat mengunjungi pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) di Tangerang, Jumat.
baca juga: Suzuki Fronx Genap Setahun, Varian Barunya Curi Perhatian
Pemerintah menetapkan KEK sebagai kawasan dengan kemudahan tertentu untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Kawasan tersebut dirancang untuk mendukung berbagai sektor, mulai dari industri manufaktur, teknologi, pariwisata, hingga pengolahan sumber daya alam.
Saat ini, Indonesia memiliki 25 KEK yang tersebar di sejumlah wilayah strategis nasional. Kehadiran kawasan tersebut diharapkan mampu menciptakan pusat pertumbuhan baru sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia dalam menarik investasi global.
Insentif Pemerintah Dorong Dunia Usaha dan Industri
Selain menyediakan kawasan khusus, pemerintah juga memberikan sejumlah insentif untuk meningkatkan minat investasi. Airlangga menjelaskan berbagai kebijakan fiskal telah disiapkan untuk membantu pelaku usaha mengembangkan kegiatan ekonominya.
“Kita sudah memberikan insentif, sudah banyak strukturnya, ada mengenai tax incentive dan yang lain,” kata Airlangga.
Insentif tersebut mencakup berbagai skema, termasuk fasilitas perpajakan yang diberikan sesuai dengan sektor dan kebutuhan investasi. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga momentum pertumbuhan ekonomi serta memperluas kesempatan kerja.
Pemerintah juga menyiapkan paket stimulus ekonomi untuk semester II 2026 dengan total anggaran sekitar Rp26,34 triliun. Stimulus tersebut diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung berbagai aktivitas ekonomi nasional.
Dari jumlah tersebut, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp2,04 triliun untuk insentif transportasi, Rp6,26 triliun untuk program magang dan vokasi, serta Rp18,04 triliun untuk bantuan pangan.
Stimulus Ekonomi Lengkapi Strategi Penguatan Industri
Selain dukungan bagi sektor industri, pemerintah memberikan sejumlah kebijakan lain untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui pemberian insentif transportasi pada periode tertentu guna meningkatkan mobilitas masyarakat.
Pada masa libur sekolah 2026, pemerintah memberikan berbagai program diskon transportasi. Kebijakan tersebut mencakup potongan tiket kereta api, tarif dasar kapal, hingga dukungan untuk layanan transportasi penyeberangan.
Pemerintah juga memberikan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi. Langkah tersebut bertujuan mendukung sektor transportasi sekaligus mendorong pergerakan ekonomi nasional.
Di sisi lain, pemerintah menetapkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Final royalti sebesar 1,5 persen bagi penulis sebagai bagian dari kebijakan stimulus ekonomi. Berbagai kebijakan tersebut menjadi rangkaian strategi untuk menjaga pertumbuhan di tengah dinamika ekonomi global.
KEK Jadi Instrumen Peningkatan Daya Saing Indonesia
Pemerintah menilai pengembangan KEK memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem industri nasional. Dengan dukungan infrastruktur, insentif, dan kemudahan investasi, KEK diharapkan mampu menarik lebih banyak perusahaan untuk beroperasi di Indonesia.
Airlangga menekankan bahwa kombinasi antara penyediaan kawasan industri dan pemberian insentif menjadi langkah pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang kompetitif.
Ke depan, pemerintah akan terus mengoptimalkan KEK sebagai pusat kegiatan ekonomi baru. Penguatan kawasan tersebut diharapkan dapat meningkatkan investasi, membuka lapangan kerja, serta mempercepat transformasi industri Indonesia menuju ekonomi bernilai tambah tinggi.
baca juga: Pemerintah monitor industri rentan PHK dan penciptaan lapangan kerja