United Cup: China Kalahkan Belgia di Fase Grup

United Cup: China Kalahkan Belgia di Fase GrupUnited Cup: China Kalahkan Belgia di Fase Grup

garagedangeli – Tim China memastikan kemenangan atas Belgia pada laga fase grup United Cup di Sydney, Sabtu. Hasil ini diraih meski Belgia sempat unggul lebih dulu melalui sektor tunggal putri.

Petenis andalan Belgia, Elise Mertens, membuka pertandingan Grup B dengan kemenangan meyakinkan. Ia menundukkan Zhu Lin dua set langsung 6-2, 6-2 dalam waktu 1 jam 18 menit, berdasarkan catatan WTA. Kemenangan tersebut menjadi awal impresif bagi Mertens pada musim tur WTA ke-12 dalam kariernya.

Namun, keunggulan Belgia tidak bertahan lama. China menyamakan kedudukan lewat kemenangan Zhang Zhizhen atas Zizou Bergs di sektor tunggal putra. Penampilan Zhang yang solid membuat laga kembali terbuka dan menentukan arah persaingan grup.

Penentuan akhirnya terjadi pada partai ganda campuran. China tampil lebih konsisten dan berhasil mengamankan kemenangan krusial. Hasil ini memastikan China keluar sebagai pemenang pertandingan secara keseluruhan, sekaligus memperkuat posisi mereka dalam perebutan tiket fase berikutnya.

Bagi Belgia, performa Mertens tetap menjadi catatan positif. Ia mencatat kemenangan keempat dari lima pertemuan karier melawan Zhu Lin, menegaskan statusnya sebagai pemain kunci tim. Sementara itu, China menunjukkan kedalaman skuad dan ketangguhan di laga penentuan.

Ke depan, kedua tim masih memiliki peluang untuk melaju, tergantung hasil pertandingan grup selanjutnya. United Cup kembali menegaskan format beregu campuran yang menuntut kekuatan merata, bukan hanya keunggulan individu.

“Baca Juga : Kapal Tambahan Disiapkan Layani Merak–Bakauheni Nataru”

KEBANGKITAN ZHU LIN DAN PERJUANGAN ZHANG JADI PENENTU DUEL CHINA VS BELGIA

Petenis China berusia 31 tahun, Zhu Lin, menunjukkan tanda kebangkitan pada paruh kedua 2025 setelah sempat terpuruk akibat cedera siku. Cedera tersebut membuat peringkatnya di WTA merosot tajam sepanjang musim lalu.

Zhu sempat turun hingga peringkat 493 dunia pada Agustus 2025. Ia kemudian bangkit dengan menembus babak keempat turnamen WTA 1000 di Montreal. Memasuki awal 2026, peringkat Zhu naik ke posisi 168 dunia, menandai progres signifikan setelah masa pemulihan panjang.

Meski demikian, Zhu belum mampu mengatasi ketangguhan Elise Mertens pada laga United Cup. Mertens tampil dominan dan mengendalikan permainan sejak awal. Pengalaman dan konsistensi Mertens membuat Zhu kesulitan mengembangkan ritme sepanjang pertandingan.

Usai laga, Mertens mengaku puas dengan start musimnya. Ia menekankan pentingnya membangun mentalitas sejak pertandingan pertama. Menurutnya, fokus awal musim adalah merasakan bola dan menemukan kembali kepercayaan diri di lapangan.

Sementara itu, sektor tunggal putra menghadirkan duel ketat berdurasi hampir tiga jam. Zhang Zhizhen berjuang keras sebelum menaklukkan Zizou Bergs dengan skor 6-7(2), 7-6(3), 7-5. Kemenangan tersebut menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dan menjaga peluang China.

Zhang mengakui laga berjalan sulit karena servis lawan sangat efektif. Ia menilai kesabaran dan konsistensi menjadi kunci untuk bertahan hingga set penentuan. Hasil ini memperlihatkan daya juang Zhang dalam situasi tekanan tinggi.

Secara keseluruhan, pertandingan ini menegaskan kebangkitan bertahap Zhu Lin, dominasi berkelanjutan Mertens, serta peran krusial Zhang Zhizhen dalam menjaga momentum China. Duel tersebut memberi gambaran kuat tentang dinamika persaingan awal musim 2026 di ajang beregu internasional.

SERVIS KUAT ZHANG JADI KUNCI KEBANGKITAN CHINA DI UNITED CUP

Petenis tunggal putra China, Zhang Zhizhen, tampil sebagai penentu kemenangan negaranya dalam laga fase grup United Cup di Sydney. Zhang menunjukkan ketahanan mental dan fisik tinggi dalam duel panjang melawan Zizou Bergs dari Belgia.

Zhang mengakui laga berjalan sangat menantang karena servis lawan yang konsisten dan bertenaga. Ia menghadapi servis kedua Bergs dengan kecepatan mencapai 180 kilometer per jam. Situasi itu memaksanya bertahan lebih sabar sepanjang pertandingan.

Meski ditekan, Zhang tetap disiplin menjaga servisnya. Ia mencatatkan 12 ace dan tidak menghadapi satu pun break point. Catatan ini menjadi krusial, terutama karena Bergs juga melesakkan 18 ace sepanjang laga.

Petenis yang sempat absen enam bulan musim lalu akibat cedera bahu itu terus menekan lewat pengembalian agresif. Zhang memperoleh 10 break point dan akhirnya mampu memanfaatkan salah satunya di set penentuan. Ia menutup pertandingan setelah hampir tiga jam bertarung.

Kemenangan tunggal tersebut menjaga peluang China tetap hidup. Peran Zhang berlanjut pada laga ganda campuran penentu. Ia berpasangan dengan Zhu Lin menghadapi duet Belgia, Zizou Bergs dan Elise Mertens.

Pasangan China sempat kehilangan set pertama. Namun, Zhang dan Zhu mengubah pendekatan permainan pada set kedua. Mereka meningkatkan variasi servis dan lebih agresif di depan net.

Strategi tersebut membuahkan hasil. China merebut set kedua melalui tie-break sebelum mengunci kemenangan pada super tie-break dengan skor 10-6. Hasil ini memastikan kemenangan China atas Belgia.

Zhang menjelaskan bahwa target di ganda campuran adalah memenangi satu set dan super tie-break. Ia menilai set pertama dimanfaatkan untuk membaca pola lawan. Fokus kemudian diarahkan penuh pada dua set penentu.

Kemenangan ini menegaskan peran sentral Zhang sebagai motor tim China. Ketangguhan servis, kesabaran, dan adaptasi taktik menjadi modal penting bagi China dalam persaingan awal musim 2026.

“Baca Juga : Nobar Film dan Berbagi Mainan di Posko Batu Hula”

By setnis