garagedangeli.com -Konfederasi Nasional Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia menggelar rapat kerja nasional kedua. Kegiatan ini berlangsung secara hybrid di Jakarta pada Rabu. Rakernas menempatkan sinergisitas organisasi sebagai agenda utama.
Kegiatan tersebut dihadiri pengurus pusat dan perwakilan daerah. Pordasi menilai koordinasi yang kuat penting untuk mempercepat pencapaian program. Sinergi dibutuhkan di tingkat organisasi dan pelaksanaan kegiatan.
Sekretaris Jenderal KONI Pusat Ade Lukman memberikan arahan dalam forum tersebut. Ia menekankan pentingnya keselarasan struktur organisasi. Menurutnya, sinergi menjadi kunci keberhasilan pembinaan olahraga berkuda.
Ade Lukman juga menyoroti efektivitas program kerja Pordasi. Ia mendorong pengurus memaksimalkan waktu untuk menjalankan agenda strategis. Pelaksanaan program dinilai perlu lebih terukur dan konsisten.
Baca juga:“Janice Tjen melaju ke semifinal Hobart International 2026”
Rakernas Pordasi Jadi Ajang Evaluasi dan Penguatan Prestasi Atlet
Rapat kerja nasional Pordasi menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi. Forum ini tidak hanya membahas agenda administratif. Rakernas juga diarahkan menghasilkan program nyata bagi peningkatan prestasi atlet.
Sekretaris Jenderal KONI Pusat Ade Lukman menegaskan peran strategis rakernas. Menurutnya, evaluasi organisasi harus berjalan seiring perencanaan program. Tujuan akhirnya adalah pencapaian prestasi olahraga berkuda.
Ade Lukman menilai setiap program perlu berdampak langsung pada atlet. Efektivitas kegiatan menjadi indikator keberhasilan organisasi. Rakernas diharapkan menghasilkan langkah konkret dan terukur.
Sementara itu, Ketua FN Pordasi Equestrian Dewi Larasati menyampaikan apresiasi kepada KONI Pusat. Ia juga mengapresiasi kehadiran pengurus provinsi dari empat FN Pordasi. Kehadiran tersebut dinilai mencerminkan komitmen bersama.
Dewi Larasati, yang akrab disapa Tike, menekankan pentingnya silaturahmi. Menurutnya, pertemuan ini memperkuat konsolidasi internal. Konsolidasi dibutuhkan untuk menghadapi berbagai dinamika organisasi.
Rakernas Empat FN Pordasi 2026 Dorong Transformasi Organisasi Modern
Rakernas Empat FN Pordasi 2026 digelar serentak sebagai momentum transformasi organisasi. Forum ini menjadi sarana akselerasi perubahan tata kelola. Pordasi menyesuaikan diri dengan tantangan olahraga berkuda yang terus berkembang.
Ketua Umum Pordasi, Hendra, menilai lanskap olahraga berkuda telah berubah signifikan. Pordasi kini beroperasi sebagai organisasi yang mandiri dan adaptif. Perubahan ini menuntut cara kerja yang lebih lincah dan profesional.
Menurut Hendra, pendekatan lama tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini. Pengelolaan organisasi membutuhkan sistem yang responsif dan kolaboratif. Profesionalisme menjadi fondasi utama penguatan kelembagaan.
“Rakernas Empat FN Pordasi 2026 menjadi momentum transformasi organisasi,” ujar Hendra. Ia menegaskan pentingnya adaptasi terhadap dinamika olahraga modern. Kolaborasi antarunsur organisasi dinilai krusial.
Hendra juga menekankan perlunya tata kelola berbasis kinerja. Setiap unit organisasi diharapkan bekerja secara terukur dan akuntabel. Pendekatan ini sejalan dengan praktik organisasi olahraga internasional.
Baca juga:“Aldila Sutjiadi terhenti di perempat final Hobart International 2026”