Persib dan Borneo FC Hadapi Tantangan Berat di ASEAN Club Championship 2026/2027
Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda resmi mengetahui lawan-lawan yang akan dihadapi pada ASEAN Club Championship (ACC) Shopee Cup 2026/2027. Dua wakil Indonesia tersebut akan bersaing dengan klub-klub terbaik Asia Tenggara dalam perebutan gelar juara kompetisi antarklub paling bergengsi di kawasan ASEAN.
Edisi 2026/2027 menghadirkan format yang lebih besar dibandingkan musim sebelumnya. Sebanyak 16 tim ambil bagian dalam turnamen ini, meningkat dari jumlah peserta pada dua edisi terdahulu. Selain itu, penyelenggara juga menambahkan babak perempat final pada fase gugur sehingga total pertandingan yang akan digelar mencapai 56 laga.
Baca Juga “Profil Ekuador, penampilan kelima di Piala Dunia“
Format Baru ACC 2026/2027 Hadirkan Persaingan Lebih Ketat
Sebelum memasuki putaran utama, empat klub terlebih dahulu harus menjalani babak play-off untuk memperebutkan dua tiket tersisa. Klub-klub tersebut adalah Kasuka FC dari Brunei Darussalam, Manila Digger dari Filipina, Ezra FC dari Laos, dan Shan United dari Myanmar.
Pemenang dua pertandingan play-off akan melengkapi daftar peserta fase grup. Format baru ini diharapkan meningkatkan kualitas kompetisi sekaligus memperluas kesempatan bagi klub-klub Asia Tenggara untuk tampil di level regional.
Sebagai perwakilan Indonesia, Persib dan Borneo FC mendapat tantangan berbeda setelah hasil undian menempatkan keduanya di grup yang terpisah.
Borneo FC Berjumpa Juara Bertahan Buriram United
Borneo FC yang berstatus runner-up BRI Super League 2025/2026 tergabung di Grup A. Tim berjuluk Pesut Etam akan menghadapi sejumlah lawan tangguh, termasuk juara bertahan dua musim terakhir, Buriram United.
Selain Buriram United, Borneo FC juga akan bertemu Ratchaburi FC, Kuching City FC, Tampines Rovers, juara Piala Vietnam 2025/2026, serta pemenang Play-Off 1.
Persaingan di Grup A diperkirakan berlangsung ketat karena beberapa klub memiliki pengalaman tampil di kompetisi kontinental. Buriram United menjadi lawan yang paling diwaspadai setelah mendominasi ACC dalam dua musim terakhir.
Sementara itu, wakil Vietnam yang akan bergabung di grup ini masih menunggu hasil final Piala Vietnam antara Cong An Ho Chi Minh City FC dan Thep Xanh Nam Dinh FC.
Persib Masuk Grup Neraka Bersama Klub Elite ASEAN
Di sisi lain, Persib Bandung menghadapi tantangan yang dinilai lebih berat. Klub berjuluk Pangeran Biru tergabung di Grup B yang dihuni sejumlah tim elite Asia Tenggara dengan rekam jejak kuat di kompetisi regional.
Persib akan bersaing dengan Port FC, Johor Darul Ta’zim, Lion City Sailors, Cong An Ha Noi, dan Svay Rieng.
Johor Darul Ta’zim menjadi salah satu lawan yang paling mencuri perhatian. Klub asal Malaysia tersebut dikenal sebagai salah satu kekuatan terbesar sepak bola ASEAN dengan dominasi panjang di kompetisi domestik dan pengalaman rutin tampil di level Asia.
Persib juga masih menunggu satu lawan tambahan dari jalur Play-Off 2 yang mempertemukan Ezra FC dan Shan United. Kehadiran klub-klub kuat tersebut membuat Grup B disebut sebagai grup paling kompetitif dalam fase penyisihan.
Peluang Wakil Indonesia di Kompetisi Klub Terbesar ASEAN
Keikutsertaan Persib dan Borneo FC menjadi kesempatan penting bagi sepak bola Indonesia untuk menunjukkan daya saing di tingkat regional. Kedua klub membawa modal berbeda, baik dari segi pengalaman maupun kualitas skuad yang dimiliki.
Borneo FC diharapkan mampu memanfaatkan momentum sebagai salah satu tim paling konsisten di kompetisi domestik dalam beberapa musim terakhir. Sementara itu, Persib akan mengandalkan pengalaman dan kedalaman skuad untuk menghadapi lawan-lawan dengan reputasi besar di Asia Tenggara.
Format baru yang menghadirkan babak perempat final juga membuka peluang lebih besar bagi klub Indonesia untuk melangkah jauh. Namun, konsistensi performa sejak fase grup akan menjadi faktor penentu dalam persaingan yang semakin ketat.
ACC 2026/2027 Jadi Ujian Kualitas Klub Indonesia
ASEAN Club Championship 2026/2027 diprediksi menjadi salah satu edisi paling kompetitif sejak turnamen ini digelar. Bertambahnya jumlah peserta dan hadirnya fase gugur yang lebih panjang membuat setiap pertandingan memiliki arti penting dalam perjalanan menuju gelar juara.
Bagi Persib dan Borneo FC, kompetisi ini bukan hanya tentang memburu trofi regional. Turnamen tersebut juga menjadi ajang pembuktian kualitas klub Indonesia di tengah persaingan ketat dengan para juara dan klub elite Asia Tenggara. Hasil fase grup nantinya akan menunjukkan sejauh mana kemampuan wakil Indonesia bersaing di level regional yang semakin kompetitif.
Baca Juga “Anderson Sulit, Manchester City Beralih ke Gelandang Timnas Italia Ini“