garagedangeli.com -Pelatih Arema FC, Marcos Santos, menyatakan akan mengevaluasi performa pemainnya setelah tim kalah 4-3 dari Bali United di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat malam.
Marcos menjelaskan, penampilan tim pada babak pertama belum optimal sehingga Bali United mampu mencetak dua gol. “Penampilan kami di babak pertama kurang baik, ini menyulitkan. Tapi di babak kedua kami bisa bermain lebih bagus,” katanya.
Gol Bali United pada babak pertama dicetak oleh Teppei Yachida pada menit ke-22 dan Diego Campos pada menit ke-66. Arema FC sempat memperkecil skor dengan gol dari pemainnya, tetapi upaya tersebut tidak cukup untuk mengejar kemenangan.
Pelatih Marcos menekankan pentingnya evaluasi untuk meningkatkan konsistensi tim. Analisis akan mencakup strategi menyerang, koordinasi lini tengah, serta ketepatan penyelesaian akhir. Tujuannya agar Arema FC lebih siap menghadapi pertandingan berikutnya di Liga 1 Indonesia.
Para pemain Arema juga dinilai memiliki potensi membaik, terutama dalam babak kedua. Marcos berharap hasil evaluasi ini dapat memperkuat mental tim dan meningkatkan performa di laga-laga selanjutnya.
Kekalahan ini menjadi bahan refleksi bagi tim pelatih maupun pemain. Marcos menegaskan, fokus utama adalah perbaikan taktik, pemulihan fisik pemain, dan penajaman kerja sama tim agar hasil lebih optimal di pertandingan mendatang.
Baca juga:“Main Tanpa Curry, Warriors Sukses Tekuk Rockets Lewat Babak Overtime”
Kekurangan Arema FC di Babak Pertama di Beberapa Pertandingan
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, menyoroti performa timnya yang kerap belum maksimal di babak pertama. Kekurangan ini membuat Arema sering kecolongan gol krusial.
Marcos mencontohkan kekalahan Arema FC 4-3 dari Bali United. “Babak pertama menjadi tantangan bagi kami, karena tim lawan mampu mencetak gol lebih awal,” jelasnya. Kondisi serupa terjadi di laga sebelumnya melawan Borneo FC.
Dalam pertandingan kontra Borneo FC, Arema tumbang 3-1 di kandang lawan. Borneo mampu mencetak gol melalui Caxambu pada menit ke-7, kemudian Villa menambah gol pada menit ke-26 dan ke-42. Babak pertama yang kurang fokus membuat Arema sulit mengejar ketertinggalan.
Masalah serupa juga muncul saat Arema FC tandang ke Madura United. Tim tuan rumah mencetak gol melalui Brandao pada menit ke-45+1, membuat Arema kembali harus mengejar ketertinggalan. Marcos menekankan konsistensi dan fokus sejak awal pertandingan penting untuk mengatasi kelemahan ini.
Pelatih Marcos menegaskan evaluasi menyeluruh sedang dilakukan. Analisis meliputi strategi lini belakang, koordinasi tengah, dan respons terhadap tekanan lawan di menit awal. Fokus utama adalah mengurangi kerentanan tim pada gol cepat.
Marcos optimistis, dengan latihan intensif dan perbaikan strategi, Arema FC mampu meningkatkan performa di babak pertama. Mental pemain juga menjadi fokus agar tim lebih agresif dan disiplin sejak menit awal.
Marcos dan Pemain Arema Fokus Perbaiki Mental dan Performa Tim
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, menekankan pentingnya perbaikan performa sekaligus mental pemain untuk menghadapi laga berikutnya. Ia ingin tim tampil konsisten dari awal hingga akhir pertandingan.
“Harus siap dan fokus untuk mengembalikan mental pemain sehingga mampu tampil lebih baik,” ujar Marcos dalam sesi latihan dan evaluasi tim. Ia menilai mental yang kuat sangat penting untuk menghadapi tekanan di Liga 1 Indonesia.
Pemain Arema FC, Julian Guevara, menyatakan hal serupa. Menurutnya, tim gagal tampil maksimal sehingga kebobolan cepat di beberapa pertandingan terakhir. Ia mengakui perlunya evaluasi dan kerja sama tim untuk bangkit.
“Aku sebagai pemain senior punya tanggung jawab untuk itu. Kami tahu ada masalah performa di tiga pertandingan terakhir,” kata Guevara. Ia menegaskan seluruh pemain harus bersatu untuk membawa Arema FC menembus papan atas klasemen.
Marcos menekankan latihan tambahan, perbaikan strategi, dan pendekatan psikologis menjadi fokus tim. Evaluasi performa ini juga mencakup analisis babak pertama, koordinasi lini tengah dan belakang, serta penyelesaian akhir.
Baca juga:“Dewa United Yakin Bisa Bangkit di Leg Kedua Kontra Manila Digger”