garagedangeli.com -Pembalap Honda HRC, Luca Marini, menargetkan hasil optimal pada sesi kualifikasi MotoGP Thailand. Sesi tersebut digelar di Chang International Circuit, Jumat. Marini menilai posisi start sangat menentukan hasil balapan utama.
Ia menegaskan fokus utama tim saat ini adalah meningkatkan performa satu putaran cepat. Karakter sirkuit Buriram membuat peluang menyalip cukup terbatas. Karena itu, pembalap perlu mengamankan grid depan sejak awal. Start dari posisi strategis dapat menjaga ritme balapan.
“Memaksimalkan performa kami di kualifikasi sangat penting di sirkuit ini,” ujar Marini, dikutip dari laman resmi Honda. Ia menambahkan bahwa tim terus mengevaluasi setelan motor. Penyesuaian dilakukan agar motor lebih stabil saat time attack.
Sirkuit Buriram memiliki panjang lebih dari empat kilometer. Trek ini memadukan lintasan lurus panjang dan tikungan teknis. Kombinasi tersebut menuntut akselerasi kuat dan pengereman presisi. Kesalahan kecil saat kualifikasi dapat berdampak besar pada posisi start.
Musim ini, persaingan MotoGP berlangsung sangat ketat. Selisih waktu antar pembalap kerap terpaut sepersepuluh detik. Situasi itu membuat strategi kualifikasi semakin krusial. Tim harus memanfaatkan setiap sesi latihan untuk mengumpulkan data optimal.
Baca juga:“Genesio Sebut Agresivitas dan Perbaikan Taktik Jadi Kunci Kemenangan Lille”
Marini Sebut Honda Lebih Solid Tapi Masih Evaluasi Jelang Musim 2026
Pembalap Luca Marini menilai perkembangan Honda HRC menjelang musim 2026 cukup menjanjikan. Ia optimistis performa motor meningkat dibanding musim sebelumnya. Meski demikian, Marini menekankan tim masih harus memperbaiki beberapa detail penting agar lebih kompetitif.
Marini menjelaskan bahwa regulasi baru MotoGP memacu seluruh tim mengembangkan mesin dan elektronik dengan cepat. Persaingan ketat menuntut evaluasi berkelanjutan untuk menjaga konsistensi performa. Tim Honda meninjau setiap komponen kecil agar motor tetap optimal pada berbagai sirkuit.
“Ada beberapa bagian dan detail kecil yang harus kami perbaiki bersama. Saat ini tim lebih solid dibanding musim 2025,” ujar Marini. Ia menekankan kerja sama teknis dengan mekanik dan insinyur sangat penting untuk mencapai target performa. Tim pabrikan Jepang terus menyempurnakan motor agar lebih stabil di tikungan dan akselerasi.
Honda HRC fokus pada peningkatan sasis dan manajemen tenaga. Peningkatan ini bertujuan memperbaiki akselerasi di trek lurus panjang dan pengereman di tikungan. Strategi pengembangan ini diharapkan membuat Marini lebih kompetitif saat sesi kualifikasi dan balapan utama. Evaluasi terus dilakukan setelah setiap sesi latihan.
Hasil Lebih Baik Setelah Musim Lalu Terpuruk di Buriram
Pembalap Luca Marini bertekad menebus performa buruk musim lalu di Chang International Circuit. Pada musim sebelumnya, ia hanya mampu finis di posisi ke-12. Marini menghadapi akhir pekan yang ketat dengan persaingan sengit dari pembalap lain.
Musim lalu, kondisi sirkuit dan setup motor menjadi tantangan utama. Marini kesulitan menyesuaikan gaya berkendara dengan karakter lintasan. Tikungan cepat dan trek lurus panjang di Buriram menuntut kombinasi akselerasi dan pengereman presisi. Kesalahan kecil berdampak signifikan pada hasil akhir.
Kini, Marini fokus memanfaatkan sesi latihan dan kualifikasi untuk mengantisipasi kendala tersebut. Tim Honda HRC menyiapkan evaluasi data telemetry dari musim lalu. Penyesuaian dilakukan pada suspensi, sasis, dan setelan elektronik untuk meningkatkan stabilitas motor. Strategi ini bertujuan memperoleh posisi start lebih baik.
“Setelah pengalaman musim lalu, kami akan lebih fokus pada sesi kualifikasi. Posisi start akan menentukan hasil balapan,” ujar Marini, dikutip dari laman resmi Honda. Ia menekankan pentingnya setiap putaran latihan untuk mengumpulkan informasi maksimal. Tim dan pembalap bekerja sama meningkatkan konsistensi performa.
Sirkuit Buriram memiliki panjang 4,554 km dengan kombinasi tikungan lambat dan cepat. Trek lurus sepanjang 1 km memberikan peluang menyalip terbatas. Strategi pemilihan ban, pengereman, dan titik pengereman menjadi faktor krusial. Setiap perbaikan kecil dapat memengaruhi selisih waktu sepersepuluh detik.
Baca juga:“Perbasi Gelar Seleksi Nasional Timnas Basket U18 Persiapan Asia Cup 2026”