- garagedangeli – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat memastikan seluruh Arena pertandingan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menegaskan tidak ada pembangunan venue di daerah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Kita mendorong gubernur daerah tersebut menggunakan APBD untuk menyiapkan seluruh venue untuk PON itu sendiri,” kata Marciano usai bertemu Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir di Jakarta, Jumat .
PON ke-22 ini semula direncanakan hanya digelar di dua provinsi, yakni Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Namun, sejumlah cabang olahraga tidak memiliki arena di kedua provinsi tersebut. Untuk mengatasi keterbatasan ini, KONI memutuskan menjadikan DKI Jakarta sebagai provinsi penyangga. Jakarta terpilih karena memiliki arena berstandar internasional yang siap pakai tanpa membutuhkan perbaikan berarti .
“Jadi cabang olahraga yang tidak bisa dipertandingkan di NTT dan NTB (karena ketiadaan arena) akan dipertandingkan di DKI Jakarta,” ujar Marciano. Langkah ini dinilai paling efisien karena tidak memerlukan anggaran pembangunan baru. Pemerintah pusat dan daerah dapat memfokuskan dana untuk peningkatan kualitas atlet dan penyelenggaraan .
Dalam laporannya ke Menpora, Marciano juga memaparkan kriteria cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Pihaknya menyampaikan bahwa cabang olahraga yang dipertandingkan pada PON mendatang adalah cabang olahraga Olimpiade, cabang olahraga unggulan dalam Desain Besar Olahraga Nasional Indonesia (DBON), cabang unggulan internasional, dan pilihan tuan rumah .
DBON sendiri merupakan cetak biru pembinaan olahraga nasional jangka panjang yang ditetapkan melalui Perpres No. 86 Tahun 2021. Fokus utama DBON adalah mencetak prestasi di ajang multievent internasional seperti Olimpiade. Dengan mengedepankan cabang unggulan DBON, PON 2028 diharapkan menjadi ajang penjaringan bibit atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat dunia .
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyambut baik laporan perkembangan ini. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi tuan rumah, dan provinsi penyangga. Sinergi ini diperlukan agar persiapan PON 2028 berjalan lancar dan menghasilkan atlet-atlet berkualitas yang dapat mengharumkan nama bangsa .
Dengan skema pembiayaan berbasis APBD dan keterlibatan Jakarta sebagai penyangga, PON 2028 menjadi model baru penyelenggaraan event olahraga nasional yang lebih efisien. Keberhasilan model ini dapat menjadi contoh bagi penyelenggaraan PON di masa mendatang. Masyarakat pun menanti pesta olahraga terbesar di Indonesia Timur ini sebagai momentum kebangkitan prestasi olahraga nasional.
“Baca Juga : Harga Minyak Global Naik, IHSG Diprediksi Melemah”
KONI Finalisasi Cabor PON 2028, Hadirkan PON Beladiri hingga PON Remaja untuk Wadahi Atlet Muda
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara. Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini berada di tahap finalisasi pengelompokan cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Cabor yang masuk daftar meliputi cabang olahraga Olimpiade, cabang unggulan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), dan pilihan tuan rumah .
“Kami juga memperhatikan cabang olahraga yang dipertandingkan di SEA Games dan Asian Games. Daftarnya sudah kami siapkan,” kata Marciano usai bertemu Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir di Jakarta, Jumat . Namun, tidak semua cabang olahraga dapat masuk dalam PON reguler karena keterbatasan waktu dan venue. Untuk mengatasi hal ini, KONI menghadirkan ajang khusus yang digelar setiap dua tahun guna mewadahi cabang-cabang yang tidak dipertandingkan di PON utama .
Marciano menyebutkan sejumlah ajang tersebut, yakni PON Beladiri Sulawesi Utara 2026, PON Pantai DKI Jakarta 2026, PON Indoor 2027, dan PON Remaja 2027. Ajang-ajang ini dirancang untuk memberikan ruang kompetisi bagi atlet di cabang olahraga spesifik. PON Beladiri akan mempertandingkan berbagai cabang bela diri yang tidak masuk PON reguler. PON Pantai menjadi wadah bagi cabang olahraga yang identik dengan pasir dan laut seperti sepak bola pantai dan voli pantai .
PON Indoor 2027 difokuskan pada cabang olahraga yang digelar di dalam ruangan. Sementara PON Remaja 2027 menjadi ajang pencarian bibit atlet muda potensial. Keberadaan ajang-ajang ini diharapkan dapat memperluas basis pembinaan atlet nasional. Dengan demikian, talenta muda dari berbagai daerah memiliki kesempatan unjuk kemampuan di tingkat nasional .
Dengan berbagai persiapan yang terus dimatangkan, Marciano berharap penyelenggaraan PON mendatang dapat berjalan sukses. Kesuksesan tidak hanya diukur dari prestasi atlet, tetapi juga dari aspek ekonomi dan administrasi. PON harus mampu menggerakkan roda ekonomi lokal melalui kunjungan wisatawan dan pelaku usaha. Dari sisi administrasi, penyelenggaraan harus transparan, akuntabel, dan bebas dari masalah .
“Yang terpenting juga menjadi momentum lahirnya bibit-bibit atlet berprestasi yang nantinya mampu mengharumkan nama bangsa di kancah internasional,” ujar Marciano. PON selama ini terbukti menjadi ajang pembibitan atlet kelas dunia. Banyak atlet pelatnas yang pertama kali muncul setelah berprestasi di PON .
“Baca Juga : Pemerintah Stabilkan Harga Daging Sapi di Tingkat Distributor”