garagedangeli – Malut United menggandeng klub asal Portugal untuk membangun pembinaan sepak bola. Program ini menyasar anak usia 7 hingga 9 tahun dengan 70 peserta. Prioritas diberikan kepada anak-anak yatim piatu. Mereka juga berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Peresmian Training Camp Malut United berlangsung di Ternate pada Senin. Acara ini dihadiri Pembina Klub Malut United, Wakasad TNI-AD Letjen Saleh Mustafa. Tokoh daerah seperti Sultan Ternate Hidayatullah Mudaffar Sjah turut hadir. Sultan Tidore Husain Alting juga ikut meresmikan fasilitas ini.
Direktur Utama PT Malut Maju Sejahtera, Dirk Soplanit, menjelaskan fasilitas yang disiapkan. Pihaknya menyediakan asrama lengkap hingga ruang belajar. Anak-anak tidak hanya mendapat latihan teknik sepak bola. Mereka juga tetap mendapatkan pendidikan formal.
“Di training camp ini, kami siapkan fasilitas lengkap, mulai dari asrama hingga ruang belajar. Anak-anak tidak hanya dilatih secara teknik sepak bola, tetapi juga tetap mendapatkan pendidikan formal dan mendatangkan tim kepelatihan dari klub asal Portugal, SL Benfica, klub yang berbasis di Lisboa, Portugal,” kata Dirk.
Akademi ini diselenggarakan melalui kerja sama internasional dengan SL Benfica. Klub berbasis di Lisboa tersebut memberikan dukungan metodologi pelatihan. Sistem pembinaan dan pendampingan teknis langsung juga menjadi bagian kerja sama. Dirk menambahkan bahwa langkah ini menjadi awal kemajuan sepak bola di Maluku Utara.
Kehadiran dua sultan turut memberikan makna tersendiri bagi masyarakat setempat. Dukungan penuh dari tokoh adat dan daerah menunjukkan sinergi yang kuat. Program ini diharapkan mencetak bibit unggul sepak bola Maluku Utara. Anak-anak dari latar belakang kurang mampu mendapat kesempatan emas. Mereka dapat mengembangkan bakat tanpa terbebani biaya.
Ke depan, Malut United berencana mengembangkan program serupa di wilayah lain. Kolaborasi dengan SL Benfica juga akan terus diperkuat. Pembinaan usia dini menjadi fondasi penting bagi masa depan sepak bola nasional.
Malut United Bangun Akademi Sepak Bola untuk Anak Kurang Mampu Berkolaborasi dengan Klub Portugal
Malut United menggandeng klub asal Portugal untuk membangun pembinaan sepak bola. Program ini menyasar anak usia 7 hingga 9 tahun dengan 70 peserta. Prioritas diberikan kepada anak-anak yatim piatu. Mereka juga berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Peresmian Training Camp Malut United berlangsung di Ternate pada Senin. Acara ini dihadiri Pembina Klub Malut United, Wakasad TNI-AD Letjen Saleh Mustafa. Tokoh daerah seperti Sultan Ternate Hidayatullah Mudaffar Sjah turut hadir. Sultan Tidore Husain Alting juga ikut meresmikan fasilitas ini.
Direktur Utama PT Malut Maju Sejahtera, Dirk Soplanit, menjelaskan fasilitas yang disiapkan. Pihaknya menyediakan asrama lengkap hingga ruang belajar. Anak-anak tidak hanya mendapat latihan teknik sepak bola. Mereka juga tetap mendapatkan pendidikan formal.
“Di training camp ini, kami siapkan fasilitas lengkap, mulai dari asrama hingga ruang belajar. Anak-anak tidak hanya dilatih secara teknik sepak bola, tetapi juga tetap mendapatkan pendidikan formal dan mendatangkan tim kepelatihan dari klub asal Portugal, SL Benfica, klub yang berbasis di Lisboa, Portugal,” kata Dirk.
Akademi ini diselenggarakan melalui kerja sama internasional dengan SL Benfica. Klub berbasis di Lisboa tersebut memberikan dukungan metodologi pelatihan. Sistem pembinaan dan pendampingan teknis langsung juga menjadi bagian kerja sama. Dirk menilai langkah ini strategis untuk menghadirkan standar pelatihan kelas dunia.
“Kerja sama dengan Benfica menjadi langkah strategis untuk menghadirkan standar pelatihan sepak bola kelas dunia di Maluku Utara,” ujarnya.
Berdasarkan penilaian CIES Football Observatory, Benfica pernah menempati peringkat pertama sebagai akademi unggulan dunia. Prestasi ini diraih pada periode 2005–2006. Akademi Benfica mengungguli FC Barcelona, River Plate, Ajax Amsterdam, Sporting CP, Boca Juniors, dan Chelsea FC.
Akademi ini merupakan bagian dari visi besar pemilik Malut United, David Glenn dan Kenneth Jeheiskel. Mereka ingin mencetak pemain sepak bola profesional dari Maluku Utara. Targetnya agar para pemain mampu bersaing di level nasional dan internasional.
Dirk Soplanit mengungkapkan pembangunan training camp tidak hanya untuk tim utama. Fasilitas ini juga menjadi pusat pengembangan talenta usia dini. Akademi Sepak Bola Malut United akan dilengkapi berbagai sarana penunjang. Mes atau asrama bagi peserta akademi tersedia lengkap. Ruang belajar juga disiapkan untuk menunjang pendidikan formal.
Kehadiran dua sultan memberikan makna tersendiri bagi masyarakat setempat. Dukungan penuh dari tokoh adat dan daerah menunjukkan sinergi yang kuat. Program ini diharapkan mencetak bibit unggul sepak bola Maluku Utara. Anak-anak dari latar belakang kurang mampu mendapat kesempatan emas. Mereka dapat mengembangkan bakat tanpa terbebani biaya.
Ke depan, Malut United berencana mengembangkan program serupa di wilayah lain. Kolaborasi dengan SL Benfica juga akan terus diperkuat. Pembinaan usia dini menjadi fondasi penting bagi masa depan sepak bola nasional.