garagedangeli -Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memastikan target pembangunan pusat olahraga (sport center) nasional di Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Proyek besar ini dijadwalkan selesai pada tahun 2029. Kawasan ini akan berfungsi sebagai Akademi Olahraga Nasional sekaligus Pusat Pelatihan Tim Nasional.
Sekretaris Kemenpora, Gunawan Suswantoro, menyampaikan hal itu di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong, Senin (18/5/2026). Saat ini, proyek memasuki tahap perencanaan dan sinkronisasi lintas kementerian serta lembaga. “Tahun ini fokus ke perencanaan agar semuanya tertib. Kemudian pembangunannya pada 2027-2028. Kemungkinan pada awal 2029 sudah lengkap semua,” kata Gunawan.
Sport center ini direncanakan berdiri di atas lahan seluas 320 hektare. Fasilitas yang akan dibangun meliputi stadion sepak bola berstandar internasional, kolam renang, lapangan atletik, dan berbagai venue untuk cabang olahraga prioritas. Proyek ini merupakan bagian dari Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Anggaran pembangunan bersumber dari APBN tahun jamak dengan nilai sekitar Rp4,5 triliun.
Gunawan menjelaskan bahwa pembangunan sport center ini tidak hanya terbatas pada infrastruktur fisik. “Kami juga akan membangun sistem pembinaan atlet berjenjang. Pelatih dan tenaga medis olahraga akan disiapkan,” ujarnya. Lokasi di Rancabungur dipilih karena aksesnya yang strategis. Dekat dengan Jakarta dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Baca juga:Shai Gilgeous-Alexander Kembali Jadi MVP NBA, Fokus Jadi Kunci
Anggaran Rp5 Triliun untuk 21 Cabang Olahraga Unggulan
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menargetkan pembangunan pusat olahraga nasional selesai tahun 2029. Lokasinya di Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sekretaris Kemenpora Gunawan Suswantoro menyampaikan target ini di Pendopo Bupati Bogor, Senin (18/5/2026). Saat ini proyek memasuki tahap perencanaan. “Tahun ini fokus ke perencanaan. Pembangunannya pada 2027-2028. Awal 2029 sudah lengkap semua,” ujar Gunawan.
Anggaran pembangunan kawasan ini diperkirakan mencapai Rp5 triliun. Pengerjaan berlangsung selama tiga tahun. Pemerintah pusat telah menyiapkan lahan seluas 500 hektare. Infrastruktur ini akan dilengkapi sarana pendidikan. Mulai SD, SMP, hingga SMA khusus atlet. Juga tersedia arena olahraga untuk 21 cabang olahraga unggulan.
“Tujuannya adalah melatih atlet-atlet terpilih menjadi atlet tingkat dunia,” kata Gunawan. Seleksi atlet berasal dari seluruh Indonesia. Mereka dipilih berdasarkan potensi masing-masing cabang olahraga. Selain fasilitas olahraga dan pendidikan, kawasan ini juga memiliki fasilitas penelitian dan pengembangan olahraga.
Sport center ini akan menjadi Akademi Olahraga Nasional sekaligus Pusat Pelatihan Tim Nasional. Lokasi di Rancabungur dipilih karena akses strategis. Dekat dengan Jakarta dan Bandara Soekarno-Hatta. Proyek ini merupakan bagian dari Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen menyiapkan akses jalan dan utilitas.
Lahan 750 Hektare untuk Kemenpora dan Perluasan Kopassus
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan kabar penting. Kawasan sport center nasional di Rancabungur akan menjadi pusat olahraga terbesar. Proyek ini dibangun pemerintah pusat di Kabupaten Bogor. “Kawasan yang disiapkan luasnya sekitar 750 hektare,” ujar Rudy.
Lahan tersebut terbagi menjadi dua bagian. 500 hektare dikelola Kementerian Pemuda dan Olahraga. Lahan itu untuk sport center dan akademi olahraga. 250 hektare lainnya untuk perluasan fasilitas Kementerian Pertahanan. “Yang 250 hektare untuk perluasan lahan Kopassus. Juga dibangun universitas,” tutur dia.
Pembangunan sport center ditargetkan selesai tahun 2029. Anggarannya mencapai Rp5 triliun. Saat ini proyek masih tahap perencanaan. Pembangunan fisik dijadwalkan pada 2027-2028. Fasilitasnya meliputi arena untuk 21 cabang olahraga unggulan. Juga asrama, sekolah, dan pusat penelitian.
Rudy menilai proyek ini akan mempercepat pembangunan wilayah Bogor bagian barat. Infrastruktur jalan dan layanan publik ikut berkembang. Pemerintah Kabupaten Bogor tengah menyinkronkan beberapa ruas jalan. Antara lain jalan Bojonggede-Kemang, flyover Bomang, serta akses Rancabungur-Leuwiliang. Semua ini untuk mendukung kawasan strategis nasional tersebut.
Atlet yang akan dibina berasal dari seluruh Indonesia. Mereka melalui proses seleksi berbasis potensi. Dengan fasilitas kelas dunia, Indonesia optimis mencetak atlet berprestasi. Targetnya adalah Olimpiade 2032 dan 2036. Sport center ini menjadi warisan besar bagi olahraga nasional.
Baca juga:Ronwen Williams: Afrika Selatan Siap Tampilkan Gaya Bermain Atraktif di Piala Dunia 2026