garagedangeli -Petenis unggulan keempat, Iga Swiatek, terpaksa mundur dari Madrid Open 2026 akibat gangguan kesehatan. Ia mengalami sakit pencernaan saat bertanding di babak ketiga. Kondisi ini membuatnya tidak mampu melanjutkan pertandingan secara optimal.
Laga berlangsung di Park Manzanares, Madrid, pada Sabtu waktu setempat. Swiatek menghadapi unggulan ke-31, Ann Li, dalam pertandingan sengit. Ia sempat tertinggal 0-2 pada set ketiga sebelum meminta jeda medis. Meski sempat kembali bermain, kondisinya memburuk dalam beberapa gim berikutnya.
Pertandingan berakhir saat Swiatek memutuskan mundur di gim keempat set ketiga. Skor akhir tercatat 6-7(7), 6-2, dan 0-3. Keputusan ini diambil setelah ia tidak mampu mempertahankan performa fisik. Kondisi tubuhnya terlihat menurun drastis sejak set penentuan dimulai.
Swiatek mengungkapkan bahwa ia mengalami gejala sakit selama dua hari terakhir. Ia menduga infeksi virus menjadi penyebab utama gangguan tersebut. “Beberapa jam terasa baik, lalu memburuk. Saya tidak punya energi dan merasa sangat tidak stabil,” ujarnya.
Menurut data dari Women’s Tennis Association, kondisi fisik menjadi faktor krusial dalam turnamen level tinggi. Gangguan kesehatan sering memengaruhi performa atlet secara signifikan. Hal ini terutama terjadi pada turnamen berintensitas tinggi seperti Madrid Open.
Pengunduran diri Swiatek menjadi sorotan karena ia termasuk kandidat juara. Absennya pemain papan atas dapat memengaruhi peta persaingan turnamen. Para analis menilai kondisi kesehatan atlet menjadi tantangan utama dalam kalender tenis yang padat.
Baca juga:“Persijap Jepara Kalahkan PSBS Biak 2-0 di BRI Super League”
Ann Li Menang Setelah Iga Swiatek Terkendala Kondisi Fisik di Madrid Open
Pertandingan babak ketiga Madrid Open 2026 berakhir dramatis. Ann Li memastikan kemenangan setelah Iga Swiatek tidak mampu melanjutkan laga. Kondisi fisik Swiatek menurun pada set penentuan.
Li sebenarnya memiliki peluang menutup set pertama lebih cepat. Ia sempat memimpin 5-4 dan mendapatkan kesempatan servis untuk set. Namun, Swiatek mampu menekan reli dan memaksa pertandingan berlanjut ke tiebreak. Li akhirnya mengamankan set pertama setelah pertarungan ketat.
Memasuki set kedua, Swiatek langsung meningkatkan intensitas permainan. Ia memenangi 16 dari 21 poin awal dan unggul 4-0. Break tanpa kehilangan poin menjadi momentum penting bagi petenis Polandia tersebut. Ia menutup set kedua dalam waktu 39 menit dengan dominasi jelas.
Set ketiga kembali berjalan seperti set pertama. Li mencetak break awal dan unggul 2-0 setelah kesalahan forehand Swiatek. Pada fase ini, performa Swiatek mulai terlihat menurun. Gerakannya melambat dan energi terlihat berkurang signifikan.
Swiatek kemudian meminta jeda medis akibat kondisi fisiknya. Setelah kembali ke lapangan, Li tetap tampil konsisten dan mempertahankan servisnya. Swiatek tidak mampu melanjutkan pertandingan hingga akhir. Situasi ini membuat Li melaju ke babak berikutnya.
Menurut data Women’s Tennis Association, faktor fisik sangat menentukan hasil pertandingan. Turnamen dengan jadwal padat sering meningkatkan risiko kelelahan. Hal ini dapat memengaruhi performa pemain, bahkan pada level tertinggi.
Babak 16 Besar Madrid Open Setelah Swiatek Mundur
Pertandingan babak ketiga Madrid Open 2026 berakhir dengan hasil tak terduga. Ann Li melaju ke babak 16 besar setelah Iga Swiatek mundur akibat sakit. Kondisi fisik Swiatek menjadi faktor penentu hasil pertandingan.
Swiatek mengaku tetap mencoba bertahan meski kondisi tubuhnya tidak stabil. Ia memiliki pengalaman menang saat sakit pada pertandingan sebelumnya. Namun, kali ini ia merasakan kondisi yang lebih parah. “Saya ingin mencoba, tetapi kali ini terasa lebih buruk,” ujarnya.
Sementara itu, Li menunjukkan performa konsisten sepanjang pertandingan. Ia menyadari laga melawan pemain Top 10 akan berlangsung sulit. “Saya tahu ini pertandingan berat, dan saya menyesal dia harus mundur,” kata Li. Ia juga mengaku bangga atas perjuangannya di lapangan.
Kemenangan ini menjadi pencapaian penting bagi Li. Ini merupakan kemenangan kedua dalam kariernya atas pemain Top 10. Sebelumnya, ia pernah mengalahkan Anett Kontaveit di Miami Open lebih dari empat tahun lalu. Selain itu, kemenangan ini menjadi yang kelima atas mantan juara Grand Slam.
Li kini mencatatkan langkah signifikan di turnamen level tinggi. Ia mencapai babak 16 besar kedua dalam kariernya di ajang WTA 1000. Sebelumnya, ia juga menembus fase yang sama di Doha 2026. Konsistensi ini menunjukkan perkembangan performa yang positif.
Menurut data Women’s Tennis Association, kemenangan atas pemain elite menjadi indikator penting kemajuan atlet. Hasil ini berpotensi meningkatkan peringkat dan kepercayaan diri Li. Ia akan menghadapi Leylah Fernandez di babak berikutnya.
Baca juga:“ONIC Esports Fokus Tingkatkan Kekuatan Power Fight Jelang FFWS SEA 2026”