garagedangeli – Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong keterlibatan perempuan di dunia media olahraga dengan meluncurkan kembali program She Calls Game untuk edisi 2026.
Program ini dirancang sebagai wadah bagi perempuan yang ingin berkontribusi dalam pemberitaan dan penceritaan seputar bola basket. Di tingkat global, sekaligus memperluas ruang representasi di industri media olahraga.
Dalam pernyataannya di laman resmi FIBA, Sekretaris Jenderal Andreas Zagklis menegaskan bahwa inisiatif ini hadir untuk membuka kesempatan lebih besar bagi perempuan berbakat agar dapat menyuarakan pandangannya. Ia menyebut masih banyak perempuan dengan potensi besar yang mampu menghadirkan kisah inspiratif dan perspektif segar mengenai olahraga bola basket.
“Kami sangat senang meluncurkan babak baru dari inisiatif ini, karena masih banyak perempuan berbakat yang siap menyampaikan kisah-kisah kuat tentang olahraga kami,” ujarnya.
Program She Calls Game merupakan bagian integral dari prioritas strategis FIBA bertajuk Women in Basketball. Yang berfokus pada peningkatan partisipasi dan visibilitas perempuan dalam ekosistem bola basket global.
Melalui program ini, FIBA berharap lahir lebih banyak konten kreatif, beragam, dan autentik dari berbagai wilayah dunia. Sehingga narasi seputar olahraga tidak hanya bersumber dari sudut pandang yang homogen.
FIBA menilai keberagaman perspektif dalam media sangat penting untuk memperkaya cara bercerita tentang dunia basket. Dengan melibatkan lebih banyak perempuan, FIBA percaya bahwa industri media olahraga dapat menjangkau audiens yang lebih luas sekaligus menghadirkan representasi yang lebih inklusif.
Selain memberikan pelatihan dan dukungan, program ini juga akan membangun jejaring antarpegiat media perempuan di berbagai negara. Membuka kolaborasi baru, dan memperkuat komunitas yang saling mendorong.
Peluncuran edisi 2026 ini menandai langkah berkelanjutan FIBA dalam mengembangkan ekosistem bola basket. Yang setara dan berpihak pada kesempatan yang sama bagi semua gender. Ke depan, FIBA berharap She Calls Game tidak hanya meningkatkan keterampilan peserta. Tetapi juga menghasilkan karya-karya yang mampu menginspirasi generasi baru jurnalis dan kreator konten perempuan di dunia olahraga.
“Baca Juga : BUMN Pastikan Layanan Bandara InJourney Optimal Saat Natal“
LANJUTKAN KESUKSESAN PROGRAM SHE CALLS GAME UNTUK PEREMPUAN DI MEDIA BOLA BASKET
Sekretaris Jenderal FIBA Andreas Zagklis menegaskan bahwa peluncuran She Calls Game 2026. Merupakan kelanjutan dari keberhasilan program perdananya yang dimulai pada 2022. Pada edisi awal tersebut, membuka peluang luas bagi perempuan. Untuk berperan langsung di arena pertandingan sebagai komentator, fotografer, dan kontributor media pada berbagai ajang resmi FIBA di dunia.
Zagklis menjelaskan bahwa kesuksesan program 2022 menjadi fondasi penting bagi FIBA untuk memperluas dampak dan jangkauan inisiatif ini. Banyak peserta perempuan dari berbagai negara yang kemudian mendapatkan pengalaman profesional, portofolio baru, serta akses jaringan internasional yang sebelumnya sulit dijangkau. Menurutnya, pencapaian itu membuktikan bahwa perempuan memiliki potensi besar untuk memperkaya narasi olahraga jika diberi ruang dan kesempatan yang setara.
Melalui edisi 2026, FIBA ingin memperluas cakupan keterlibatan perempuan tidak hanya sebagai komentator dan fotografer, tetapi juga sebagai kreator konten, penulis, analis, dan suara penting dalam industri media olahraga global. Program ini dirancang untuk mengakomodasi lebih banyak peserta, menyediakan pelatihan terstruktur, serta membuka akses yang lebih luas terhadap panggung internasional.
Dengan mempertahankan semangat keberagaman dan inklusivitas, berharap She Calls Game dapat. Melahirkan generasi baru profesional media perempuan yang mampu menghadirkan sudut pandang kreatif, autentik, dan relevan bagi perkembangan bola basket dunia.
FIBA PERKUAT PENGEMBANGAN MEDIA PEREMPUAN MELALUI PROGRAM SHE CALLS GAME 2026
Sekretaris Jenderal FIBA Andreas Zagklis menegaskan bahwa program She Calls Game 2026 tidak hanya berfokus pada pemberian pengalaman. Langsung di ajang-ajang bergengsi, tetapi juga diarahkan untuk membangun kapasitas jangka panjang bagi ekosistem media. Ia menekankan bahwa program ini menjadi investasi strategis guna memperkuat kualitas serta keberagaman tim media dalam jangka waktu panjang.
Zagklis menuturkan bahwa pengembangan keterampilan peserta—baik sebagai komentator, fotografer, penulis, maupun kreator konten—merupakan bagian dari komitmen FIBA dalam menciptakan lingkungan media yang lebih inklusif dan representatif. “Ini tentang membangun keterampilan dan tim media yang lebih kuat serta beragam untuk berbagai ajang ke depan,” ujarnya.
Sebagai bagian dari agenda penting menuju Piala Dunia Bola Basket Putri FIBA 2026, FIBA mengumumkan bahwa pendaftaran program She Calls Game 2026 ditutup pada Februari 2026. Peserta terpilih nantinya akan diumumkan secara resmi pada pengundian Piala Dunia Bola Basket Putri FIBA 2026 yang digelar pada April mendatang.
Melalui desain program yang terstruktur dan berorientasi pada peningkatan kapasitas, FIBA berharap She Calls Game 2026 dapat menghadirkan generasi baru talenta media perempuan yang lebih siap, berkompeten, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan narasi bola basket dunia.
“Baca Juga : Danantar Jajaki Investasi Energi Baru Bersama PLN”
