garagedangeli-Novak Djokovic angkat topi. Ia hanya berkata “terlalu bagus” usai kekalahannya di babak ketiga Roland Garros. Petenis Brasil berusia 19 tahun, Joao Fonseca, yang mengalahkannya. Pertandingan epik berlangsung hampir lima jam, Sabtu WIB. Djokovic unggul dua set lebih dulu, namun akhirnya tumbang 4-6, 4-6, 6-3, 7-5, 7-5.
Ini adalah pertama kalinya sejak 2009 Djokovic tersingkir dari Roland Garros sebelum perempat final. Juara 24 Grand Slam itu mengaku kecewa berat. “Yah, pertandingan yang luar biasa,” kata Djokovic dikutip dari ATP. “Jelas kekalahan berat bagi saya setelah unggul dua set. Saya sangat menghargai Joao karena memang pantas menang.”
Djokovic memuji permainan Fonseca di momen-momen penting. Terutama di set keempat dan kelima yang krusial. Petenis berusia 39 tahun itu merasa tidak melakukan kesalahan besar. “Saya rasa saya tidak melakukan kesalahan besar dalam permainan saya. Hanya saja dia memang lebih baik,” ujarnya.
Statistik mencatat Djokovic belum pernah kalah dalam 18 pertemuan Grand Slam sebelumnya melawan lawan remaja. Fonseca mematahkan rekor itu. Ia bangkit dan meraih kemenangan dalam 4 jam 53 menit. Ini menjadi salah satu kejutan terbesar di tenis tahun 2026.
Fonseca, yang merupakan unggulan ke-12, akan menghadapi Stefanos Tsitsipas di babak keempat. Sementara Djokovic, yang musim ini dibayangi cedera siku, harus segera pulih dan fokus ke Wimbledon. Kekalahan ini menandai peralihan generasi di tenis pria. Para penggemar menyaksikan bintang baru lahir di tanah liat Paris. Djokovic tetap memberikan pujian tulus. Ia mengakui bahwa kadang lawan yang lebih baik hanya perlu diapresiasi. Fonseca pun melaju dengan percaya diri. Ia bermimpi melangkah lebih jauh di Roland Garros.
Baca juga:Tiga Hal Ini Jadi Sorotan Hector Souto Usai Cari Bakat Futsal ke Daerah
“Saya Hampir Tidak Bisa Berdiri, Tapi Suporter Ajaib”
Novak Djokovic angkat topi. Ia hanya berkata “terlalu bagus” usai kekalahannya di babak ketiga Roland Garros. Petenis Brasil berusia 19 tahun, Joao Fonseca, yang mengalahkannya. Pertandingan epik berlangsung hampir lima jam, Sabtu WIB. Djokovic unggul dua set lebih dulu, namun akhirnya tumbang 4-6, 4-6, 6-3, 7-5, 7-5.
Ini adalah pertama kalinya sejak 2009 Djokovic tersingkir dari Roland Garros sebelum perempat final. Juara tiga kali Roland Garros itu tetap memberikan pujian. “Tentu saja saya ucapkan selamat kepadanya. Dia pantas menang dan main luar biasa. Dia harus bangga pada dirinya sendiri,” kata Djokovic dikutip dari ATP. Ia juga berharap Fonseca beruntung untuk sisa turnamen.
Petenis Serbia itu tiba di Paris setelah hanya memainkan satu pertandingan sejak Maret karena cedera. Ia terlihat kesulitan secara fisik di antara poin-poin saat melawan Fonseca. “Beberapa kali saya merasa hampir tidak bisa berdiri di atas kaki saya menjelang akhir pertandingan. Melihat penonton membangkitkan semangat saya dan mendukung saya adalah sesuatu yang benar-benar ajaib, jujur saja,” kata Djokovic.
“Saat saya menyingkirkan semua kekecewaan dan pikiran negatif tentang pertandingan, ada banyak hal yang bisa dibanggakan. Apa yang telah saya lalui, apa yang telah saya alami. Saya sangat bersyukur atas pengalaman seperti ini.”
Statistik mencatat Djokovic belum pernah kalah dalam 18 pertemuan Grand Slam sebelumnya melawan lawan remaja. Fonseca mematahkan rekor itu. Ia bangkit dan meraih kemenangan dalam 4 jam 53 menit. Fonseca, yang merupakan unggulan ke-12, akan menghadapi Stefanos Tsitsipas di babak keempat.
Kekalahan ini menandai peralihan generasi di tenis pria. Para penggemar menyaksikan bintang baru lahir di tanah liat Paris. Djokovic, yang musim ini dibayangi cedera siku, harus segera pulih dan fokus ke Wimbledon. Ia mengakui potensi Fonseca untuk mencapai final turnamen. “Semoga dia beruntung,” ujar Djokovic tulus. Suporter tetap memberikan tepuk tangan meriah untuk sang legenda. Perjuangan Djokovic melawan rasa sakit menjadi inspirasi. Meski kalah, ia tetap bangga dengan apa yang telah dilalui.
“Saya Tidak Nyaman di Lapangan Sejak Set Ketiga”
Novak Djokovic angkat topi usai kekalahan epiknya dari Joao Fonseca. Pertandingan berlangsung di babak ketiga Roland Garros, Sabtu WIB. Djokovic unggul dua set, namun akhirnya tumbang 4-6, 4-6, 6-3, 7-5, 7-5. Menurut statistik ATP, Djokovic mencetak lebih banyak winner (70 berbanding 68). Ia juga membuat lebih sedikit kesalahan sendiri (39-47) daripada Fonseca. Namun ia tetap kalah.
Petenis Serbia itu mengakui tantangan fisik menghambat upayanya. Ia tidak bisa mengendalikan Fonseca yang semakin percaya diri. “Sejujurnya, saya kehabisan tenaga. Saya sama sekali tidak nyaman di lapangan pada set ketiga atau keempat,” kata Djokovic dikutip dari ATP.
“Ketika saya melihat kembali momen-momen penting, bisakah saya melakukan sesuatu yang berbeda? Anda selalu bisa mengatakan ‘Ya’. Tetapi Anda hanya perlu mengatakan ‘Bagus sekali’, dan mengucapkan selamat kepadanya. Salut. Dia memainkan tenis yang luar biasa. Setiap kali ada momen yang menentukan, dia langsung menyerang,” ujar juara 101 kali di level tur itu.
Djokovic tiba di Paris setelah hanya memainkan satu pertandingan sejak Maret karena cedera. Ia terlihat kesulitan secara fisik di antara poin-poin. “Beberapa kali saya merasa hampir tidak bisa berdiri di atas kaki saya menjelang akhir pertandingan. Suporter yang membangkitkan semangat saya adalah sesuatu yang ajaib,” katanya.
Ini adalah pertama kalinya sejak 2009 Djokovic tersingkir dari Roland Garros sebelum perempat final. Ia belum pernah kalah dalam 18 pertemuan Grand Slam sebelumnya melawan lawan remaja. Fonseca mematahkan rekor itu. Petenis Brasil berusia 19 tahun itu bangkit dalam 4 jam 53 menit.
Fonseca, unggulan ke-12, akan menghadapi Stefanos Tsitsipas di babak keempat. Djokovic, yang musim ini dibayangi cedera siku, harus segera pulih dan fokus ke Wimbledon. Meski kalah, ia tetap bangga dengan perjuangannya. “Saya sangat bersyukur atas pengalaman seperti ini,” ujarnya. Suporter tetap memberikan tepuk tangan meriah untuk sang legenda. Kekalahan ini menandai peralihan generasi di tenis pria. Bintang baru lahir di tanah liat Paris. Djokovic mengakui potensi Fonseca untuk mencapai final. “Semoga dia beruntung,” ucapnya tulus.
Baca juga:Tiga Hal Ini Jadi Sorotan Hector Souto Usai Cari Bakat Futsal ke Daerah