garagedangeli -Petenis Serbia Novak Djokovic kembali bersiap tampil di turnamen ATP Masters 1000 di Roma setelah absen karena cedera sejak Maret. Ia mengakui kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih menjelang comeback tersebut.
Djokovic akan kembali berlaga di Tur ATP pada ajang Internazionali BNL d’Italia di Roma. Penampilan ini menjadi yang pertama sejak terakhir kali tampil di Indian Wells pada Maret lalu.
Petenis berusia 38 tahun itu harus menepi cukup lama akibat cedera yang mengganggu persiapannya. Masa pemulihan tersebut membuatnya kehilangan ritme pertandingan di level kompetitif.
Dalam konferensi pers pra-turnamen, Djokovic menyatakan dirinya masih dalam proses pemulihan. Ia menilai kondisi permainan dan fisiknya belum mencapai level ideal.
“Saya cukup siap untuk berkompetisi,” kata Djokovic dalam konferensi pers pra-turnamen dikutip dari ATP, Jumat.
Namun, ia juga mengakui belum puas dengan performanya saat ini. Menurutnya, gerakan di lapangan dan kondisi fisik masih perlu banyak perbaikan.
“Saya tidak sepenuhnya senang dengan level permainan tenis, gerakan, atau kondisi fisik saya, tetapi saya sedang berusaha,” ujar Djokovic.
Ia menjelaskan bahwa keinginan untuk kembali lebih cepat tidak dapat terpenuhi karena cedera. Proses pemulihan memaksanya untuk menjalani pemulihan secara bertahap.
Djokovic menegaskan pentingnya kesabaran dalam mengembalikan performa terbaik. Ia memilih fokus pada peningkatan kondisi fisik sebelum mengejar hasil maksimal di turnamen.
Turnamen ATP Masters 1000 Internazionali BNL d’Italia di Roma menjadi ajang penting dalam kalender tenis dunia. Kompetisi ini juga menjadi bagian persiapan menuju turnamen Grand Slam berikutnya.
Meski belum berada di kondisi puncak, Djokovic tetap menjadi salah satu favorit di setiap turnamen yang diikutinya. Pengalaman panjang dan rekam jejaknya di level tertinggi menjadi modal utama.
Baca juga:“Manajer Persib: Duel Lawan Persija Adalah Final yang Sesungguhnya”
Rekor Impresif di ATP Masters 1000 Internazionali BNL d’Italia
Petenis Serbia Novak Djokovic kembali menegaskan kecintaannya pada turnamen ATP Masters 1000 di Roma. Ia menyebut ajang tersebut sebagai salah satu yang paling berkesan dalam perjalanan kariernya.
Djokovic merupakan juara enam kali di ATP Masters 1000 Internazionali BNL d’Italia. Ia selalu menunjukkan performa konsisten setiap kali tampil di ibu kota Italia tersebut.
Menurutnya, Roma memiliki tempat khusus dalam perjalanan profesionalnya. Ia mengaku selalu antusias kembali berkompetisi di turnamen tersebut.
“Saya selalu senang kembali. Saya telah meraih banyak kesuksesan di sini, jadi saya senang bisa kembali berkompetisi,” kata Djokovic.
Berdasarkan data ATP, Djokovic mencatat rekor 68 kemenangan dan 12 kekalahan di Roma. Catatan tersebut menunjukkan dominasinya dalam turnamen yang berlangsung di lapangan tanah liat itu.
Dalam sejarahnya, Djokovic juga mencatat kemenangan penting atas Rafael Nadal. Ia dua kali mengalahkan pemegang rekor 10 gelar turnamen tersebut.
Pertemuan keduanya di Roma menjadi salah satu rivalitas paling ikonik dalam dunia tenis modern. Persaingan mereka kerap menjadi sorotan utama di setiap edisi turnamen.
Djokovic juga memberikan apresiasi terhadap atmosfer turnamen di Roma. Ia menyebut suasana pertandingan di sana sangat istimewa dan penuh energi.
“Penontonnya luar biasa. Tempat ini sangat bersejarah dan indah,” ujar Djokovic.
Ia menambahkan bahwa perkembangan tenis di Italia turut meningkatkan popularitas turnamen. Prestasi petenis lokal membuat antusiasme penonton semakin tinggi.
Menurut Djokovic, energi penonton di Roma memberikan motivasi tambahan bagi para pemain. Ia menggambarkan arena pertandingan seperti “koloseum tenis” yang penuh semangat.
Turnamen di Roma juga menjadi bagian penting dalam persiapan menuju Grand Slam di lapangan tanah liat. Banyak petenis top dunia menjadikannya ajang uji performa sebelum kompetisi utama.
Bidik Laju Kuat di Roma 2026 dengan Rekor Masters dan Potensi Duel Lawan Musetti
Petenis Serbia Novak Djokovic memasuki musim 2026 dengan performa yang kembali kompetitif di level tertinggi. Ia menunjukkan kebangkitan setelah mencapai final Grand Slam pertamanya sejak 2024.
Djokovic tampil di final Australian Open pada Januari 2026. Pencapaian itu menandai peningkatan performa setelah periode pemulihan dari cedera.
Namun, lajunya sempat terhenti di babak keempat Indian Wells Masters. Ia kalah dari Jack Draper melalui pertarungan tiga set yang ditentukan tie-break.
Di Roma, Djokovic kembali berstatus unggulan ketiga. Ia juga memegang rekor 40 gelar ATP Masters 1000, menjadikannya salah satu pemain tersukses sepanjang sejarah.
Ia akan memulai langkah di ATP Masters 1000 Internazionali BNL d’Italia menghadapi petenis kualifikasi asal Kroasia, Dino Prizmic. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat malam.
Djokovic diproyeksikan melaju hingga babak perempat final jika mampu menjaga konsistensi. Ia berpotensi bertemu petenis Italia Lorenzo Musetti di fase tersebut.
Bagan turnamen menempatkan Djokovic di jalur berbeda dengan petenis tuan rumah Jannik Sinner. Kondisi ini membuka peluang pertemuan di babak final jika keduanya melaju mulus.
Sinner juga memiliki peluang mencatat sejarah penting di Roma tahun ini. Ia berpotensi menjadi petenis kedua yang menyelesaikan Career Golden Masters.
Pencapaian tersebut hanya pernah diraih segelintir pemain dalam sejarah tenis modern. Target itu menunjukkan ketatnya persaingan di level ATP Masters 1000.
Baca juga:“Jelang Piala AFF, Timnas U-19 Indonesia Bertolak ke Medan 28 Mei”