- garagedangeli -Tim putri Indonesia menghadapi tekanan besar pada laga penentuan Grup C Piala Uber 2026. Kekalahan dramatis Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi membuat Indonesia tertinggal dari Taiwan. Pertandingan berlangsung di Horsens, Denmark, dengan intensitas tinggi sejak awal.
Dhinda kalah dari Lin Hsiang Ti dalam dua gim langsung. Ia menyerah dengan skor 10-21 dan 29-30. Hasil ini membuat Indonesia tertinggal 1-2 dalam perebutan status juara grup. Partai ketiga tersebut menjadi penentu momentum pertandingan.
Pada gim pertama, Dhinda kesulitan membaca pola permainan lawan. Lin Hsiang Ti memancing permainan cepat dan agresif. Strategi tersebut membuat Dhinda kehilangan kontrol ritme permainan. Akibatnya, ia tertinggal cukup jauh dalam perolehan poin.
Memasuki gim kedua, Dhinda mencoba mengubah pendekatan. Ia mengikuti arahan pelatih untuk mengatur tempo permainan. Upaya ini membuat pertandingan berlangsung lebih seimbang. Kedua pemain terlibat dalam reli panjang hingga skor mencapai setting.
“Tadi di gim pertama saya cukup sulit membaca pola lawan,” ujar Dhinda. Ia menambahkan bahwa lawan sengaja memancing serangan cepat. Pada gim kedua, ia berusaha mengubah ritme permainan agar lebih efektif.
Meski memberikan perlawanan sengit, Dhinda gagal menutup gim kedua dengan kemenangan. Kekalahan tipis 29-30 menunjukkan pertandingan berlangsung ketat. Hasil ini menjadi pukulan bagi tim Indonesia dalam perebutan posisi puncak grup.
Baca juga:“Persebaya Hajar Arema FC 4-0 di Gianyar”
Kehilangan Poin Krusial Meski Tampil Lebih Baik di Piala Uber 2026
Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi menunjukkan peningkatan performa meski harus menerima kekalahan. Ia tampil lebih kompetitif pada laga penentuan Grup C Piala Uber 2026. Namun, kehilangan poin penting di akhir pertandingan menjadi penentu hasil akhir.
Dhinda mengubah strategi pada gim kedua sesuai arahan pelatih. Ia memperlambat tempo permainan untuk mengimbangi lawan. Pendekatan ini membuat reli menjadi lebih panjang dan terkontrol. Permainan pun berlangsung lebih ketat dibanding gim pertama.
“Pelatih meminta saya bermain lebih lambat dan itu cukup berhasil,” ujar Dhinda. Ia menyebut lawannya sangat ulet dan memiliki daya tahan tinggi. Karena itu, ia berusaha bertahan dalam reli panjang sepanjang pertandingan.
Dhinda sempat unggul pada fase krusial gim kedua. Namun, ia gagal mempertahankan keunggulan tersebut hingga akhir laga. Pertandingan kemudian berlanjut ke setting yang berlangsung ketat. Pada momen ini, tekanan mental menjadi faktor penentu.
“Sayang sudah unggul, tetapi dipaksa setting hingga akhir,” katanya. Ia mengakui kurang maksimal pada poin terakhir. Kehilangan fokus di momen krusial membuatnya gagal mengamankan kemenangan.
Meski kalah, Dhinda menilai performanya mengalami kemajuan. Ia melakukan evaluasi setelah pertandingan sebelumnya. Proses tersebut termasuk pendampingan psikologis untuk meningkatkan kesiapan mental. Pendekatan ini membantu meningkatkan kepercayaan diri di lapangan.
Indonesia Tertinggal 1-2 dari Taiwan, Harapan Berlanjut di Partai Penentu
Tim putri Indonesia menghadapi situasi krusial pada laga Grup C Piala Uber 2026. Tim tertinggal 1-2 dari Taiwan setelah tiga partai berlangsung. Hasil ini membuat dua laga tersisa menjadi penentu nasib Indonesia.
Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi mengakui adanya peningkatan performa meski kalah. Ia belajar dari kekalahan sebelumnya melawan pemain Kanada. Evaluasi dan pendampingan psikologis membantu meningkatkan kesiapan mentalnya. Dhinda mulai mampu mengatasi tekanan dalam situasi sulit di lapangan.
“Saya banyak belajar dari pertandingan sebelumnya dan melakukan evaluasi,” ujar Dhinda. Ia menilai permainannya lebih baik meski belum meraih kemenangan. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk pengembangan performa ke depan.
Indonesia sempat membuka keunggulan melalui Putri Kusuma Wardani. Ia mengalahkan Chiu Pin-Chian dengan skor 21-17 dan 21-17. Kemenangan ini memberi awal positif bagi tim Merah Putih. Namun, momentum tidak bertahan lama.
Taiwan menyamakan kedudukan pada partai kedua. Ganda putri Indonesia, Amallia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti, mengalami kekalahan. Mereka kalah dari Hsieh Pei Shan dan Hung En-Tzu dengan skor 21-23 dan 13-21. Hasil ini membuat pertandingan kembali seimbang.
Kekalahan Dhinda pada partai ketiga membuat Indonesia tertinggal. Posisi ini memaksa tim untuk memenangkan dua laga tersisa. Tanpa kemenangan tersebut, peluang menjadi juara grup akan tertutup.
Harapan kini berada pada ganda putri Rachel Allessya Rose dan Febi Setianingrum. Mereka akan menghadapi pasangan Hsu Yin-Hui dan Lin Jhih Yun. Laga penutup akan dimainkan oleh Ester Nurumi Tri Wardoyo melawan Huang Yu-Hsun.
Baca juga:“Fadia/Tiwi Gagal Manfaatkan Momentum, Indonesia Imbang 1-1 Lawan Taiwan”