garagedangeli -Pelatih Dewa United Banten, Agusti Julbe Bosch, mengakui kekalahan timnya. Mereka kalah 86-100 dari Taoyuan Pauian Pilots. Laga semifinal BCL Asia-East 2026 berlangsung di Johor Bahru, Malaysia, Sabtu (23/5/2026). Pelatih asal Spanyol itu menyebut timnya kehilangan momentum. Terutama pada dua kuarter terakhir.
Dewa United sempat unggul di dua kuarter awal. Mereka bermain sangat bagus. Pertandingan berlangsung menghibur. Namun situasi berubah drastis. “Ada dua kondisi berbeda. Babak pertama adalah pertandingan bola basket yang sangat bagus. Sangat menghibur untuk penonton. Tetapi berbeda saat dua kuarter terakhir,” kata Bosch, dikutip dari laman klub, Minggu (24/5/2026).
Statistik pertandingan menunjukkan Dewa United mencetak 52 poin di babak pertama. Mereka hanya 34 poin di babak kedua. Sebaliknya, tim Taiwan mencetak 46 poin di babak pertama dan 54 poin di babak kedua. Turnover Dewa United meningkat drastis menjadi 12 di dua kuarter akhir.
Bosch menyesalkan kegagalan tim menjaga konsistensi. “Kami kehilangan fokus. Lawan memanfaatkan setiap kesalahan,” ujarnya. Dewa United tampil tanpa pemain andalan karena cedera. Kekalahan ini menghentikan langkah mereka ke final BCL Asia-East. Taoyuan Pauian Pilots akan menghadapi pemenang antara NS Matrix Malaysia dan San Miguel Filipina.
Kekalahan ini menjadi evaluasi besar. Dewa United harus meningkatkan konsistensi. Terutama dalam mengelola momentum. Turnamen BCL Asia masih panjang. Pelatih Bosch bertekad membenahi pertahanan. Target tim adalah lolos ke edisi mendatang. Dukungan penuh dari manajemen dan suporter sangat diharapkan. Dengan evaluasi tepat, Dewa United bisa bangkit di kompetisi berikutnya.
Baca juga:Mauricio Souza Targetkan Akhir Musim yang Manis untuk Persija
Pelatih Bosch Sesalkan Hilangnya Momentum pada Dua Kuarter Terakhir
Dewa United Banten gagal melangkah ke final BCL Asia-East 2026. Tim kalah 86-100 dari Taoyuan Pauian Pilots. Laga semifinal berlangsung di Johor Bahru, Malaysia, pada Sabtu (23/5/2026). Pelatih Agusti Julbe Bosch mengakui timnya kehilangan momentum. Keruntuhan terjadi pada dua kuarter terakhir.
Bosch menjelaskan permainan awal sangat bagus. “Babak pertama adalah pertandingan yang sangat menghibur. Namun berbeda saat dua kuarter terakhir,” ujar pelatih asal Spanyol itu. Dio Tirta dan kolega tampil agresif sebelum jeda. Mereka efektif menyerang. Namun selepas istirahat, kendali permainan hilang. Perubahan ritme di kuarter ketiga jadi titik balik. Klub berjuluk Anak Dewa itu kesulitan mempertahankan keunggulan.
“Kami tidak bisa menyesuaikan diri di babak kedua. Banyak hal yang harus dievaluasi,” kata Bosch. Guard Rio Disi menambahkan, tim kehilangan momentum. Transisi bertahan dan menyerang tidak berjalan. Lawan memanfaatkan peluang itu.
Dewa United sebenarnya tampil meyakinkan sejak awal. Pilots menutup kuarter pertama dengan keunggulan tipis 35-32. Di kuarter kedua, Dewa United bangkit. Permainan cepat dan serangan efektif membalikkan keadaan. Skor 63-58 untuk keunggulan Anak Dewa saat turun minum.
Sayangnya, selepas jeda momentum berubah total. Taoyuan Pauian Pilots tampil dominan di kuarter ketiga. Mereka berbalik unggul 81-75 menjelang kuarter pamungkas. Di kuarter keempat, Dewa United hanya mencetak 11 poin. Lawan menambah 19 poin. Kekalahan telak 86-100 pun tak terhindarkan.
Statistik mencatat Dewa United mencetak 52 poin di babak pertama. Hanya 34 poin di babak kedua. Sebaliknya, Pilots mencetak 46 poin di babak pertama dan 54 di babak kedua. Turnover tim Indonesia melonjak menjadi 12 setelah jeda. Kekalahan ini menjadi evaluasi besar bagi Dewa United. Pelatih Bosch bertekad membenahi konsistensi dan pertahanan. Dukungan suporter diharapkan tetap menyala untuk kompetisi berikutnya.
Tim Geser ke Perebutan Peringkat Ketiga
Dewa United Banten kalah 86-100 dari Taoyuan Pauian Pilots. Laga semifinal BCL Asia-East 2026 berlangsung di Johor Bahru, Malaysia, Kekalahan ini memaksa tim “Anak Dewa” turun ke perebutan peringkat ketiga.
Troy Gillenwater kembali menjadi penyumbang angka terbanyak. Ia mencetak 33 poin, 7 rebound, dan 2 assist. Donell Cooper menambahkan 15 poin dan 9 assist. Joshua Ibarra mencatatkan double-double: 12 poin dan 15 rebound. Sayangnya, penampilan individu gemilang tak cukup membawa kemenangan.
Dewa United sebenarnya unggul 63-58 di babak pertama. Namun mereka kehilangan kendali setelah jeda. Taoyuan Pauian Pilots mendominasi kuarter ketiga dan keempat. Skor akhir 100-86 untuk tim Taiwan.
Pelatih Dewa United, Agusti Julbe Bosch, menyebut timnya gagal menjaga momentum. “Kami tidak bisa menyesuaikan diri di babak kedua,” ujarnya. Guard Rio Disi juga mengakui kelemahan transisi. Statistik mencatat Dewa United hanya mencetak 34 poin di babak kedua. Lawan mencetak 54 poin di paruh yang sama.
Kekalahan ini membuat Dewa United harus berlaga di perebutan peringkat ketiga. Mereka akan menghadapi pecundang semifinal antara NS Matrix Malaysia dan San Miguel Filipina. Pelatih Bosch bertekad membenahi konsistensi tim. Dukungan suporter tetap diharapkan untuk laga penutup turnamen. Target berikutnya adalah membawa pulang hasil terbaik dari BCL Asia-East 2026.
Baca juga:John Herdman Klaim Sudah Berkomunikasi dengan 16 Pemain Diaspora