garagedangeli.com -Pelatih tim para angkat berat Indonesia, Koni Ruswanto, menegaskan APG Thailand 2025 menjadi momentum penting pembinaan atlet. Ajang ini diproyeksikan sebagai sasaran antara menuju Asian Para Games Aichi–Nagoya 2026.
Koni menjelaskan, prestasi pada APG Thailand akan membuka peluang atlet tampil di level Asia. Hasil kompetisi juga menjadi indikator kesiapan menghadapi persaingan internasional yang lebih ketat.
APG Thailand 2025 dijadwalkan berlangsung pada 20–26 Januari mendatang. Indonesia mengirim 15 atlet para angkat berat untuk mengikuti ajang tersebut.
Komposisi tim terdiri atas sembilan atlet putri dan enam atlet putra. Seluruh atlet saat ini menjalani pemusatan latihan dengan fokus peningkatan teknik dan kekuatan.
Koni menyebut latihan difokuskan pada konsistensi angkatan dan kesiapan mental bertanding. Program latihan disesuaikan dengan standar kompetisi internasional yang berlaku.
“APG menjadi pintu awal menuju Asian Para Games Jepang,” ujar Koni di sela latihan tim. Ia menilai pengalaman bertanding sangat menentukan performa jangka panjang atlet.
Baca juga:“Indonesia bidik 82 emas di ASEAN Para Games 2025”
Peringkat APG Thailand Tentukan Peluang Atlet Tampil di Asian Para Games 2026
Pelatih tim para angkat berat Indonesia menegaskan pentingnya hasil di APG Thailand 2025. Peringkat atlet akan memengaruhi peluang tampil di Asian Para Games Aichi–Nagoya 2026.
Menurut pelatih, APG berfungsi sebagai ajang seleksi tidak langsung menuju kompetisi Asia. Prestasi di Thailand menjadi dasar evaluasi kesiapan atlet.
Indonesia akan mengikuti 15 nomor pertandingan pada APG Thailand 2025. Seluruh nomor tersebut merepresentasikan kelas putra dan putri.
Keikutsertaan di banyak nomor memberi peluang evaluasi menyeluruh bagi tim pelatih. Data pertandingan digunakan untuk menilai kekuatan, teknik, dan konsistensi atlet.
“Posisi akhir atlet sangat menentukan kesempatan ke Jepang,” ujar pelatih tim. Ia menekankan pentingnya fokus pada target pribadi setiap atlet.
APG Thailand juga menjadi ajang pembuktian hasil pembinaan jangka menengah. Atlet dituntut menunjukkan peningkatan performa dibandingkan kejuaraan sebelumnya.
Regenerasi Atlet Warnai Target Delapan Emas Para Angkat Berat di APG Thailand 2025
Tim para angkat berat Indonesia menjalani proses regenerasi menjelang APG Thailand 2025. Indonesia membawa tiga atlet debutan internasional dalam komposisi tim.
Salah satu atlet debutan tersebut masih berusia 15 tahun. Kehadiran atlet muda ini menunjukkan kesinambungan pembinaan jangka panjang.
Atlet-atlet muda merupakan hasil program penjaringan berjenjang NPC Indonesia. Program ini fokus mencari dan membina talenta potensial sejak usia dini.
NPC Indonesia menyiapkan jalur pembinaan terstruktur melalui kompetisi nasional. Atlet terbaik kemudian dipromosikan ke level internasional secara bertahap.
Pelatih tim, Koni Ruswanto, menyatakan persiapan teknis memasuki tahap akhir. Waktu menuju keberangkatan ke Thailand tersisa beberapa hari.
Program latihan kini menitikberatkan pemantapan teknik angkatan. Pendekatan ini bertujuan menjaga stabilitas performa saat bertanding.