garagedangeli.com – Sebuah pesawat kargo Boeing 747 tergelincir dari landasan pacu dan jatuh ke laut saat mendarat di Bandara Internasional Hong Kong, Senin (20/10/2025). Insiden yang melibatkan pesawat milik maskapai Turki AirACT itu menewaskan dua orang dan memicu penutupan sebagian operasi penerbangan di bandara tersibuk Asia tersebut.
“Landasan pacu utara di bandara ditutup setelah insiden tersebut,” ujar pernyataan resmi Bandara Internasional Hong Kong, dikutip dari Channel News Asia. “Landasan pacu selatan dan tengah akan tetap beroperasi untuk menjaga kelancaran jadwal penerbangan.”
Kronologi Kecelakaan dan Operasi Penyelamatan
Menurut laporan awal, pesawat tergelincir ke laut setelah gagal menghentikan laju di ujung landasan. Tim penyelamat segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi darurat. Dari hasil operasi tersebut, empat awak pesawat berhasil diselamatkan bersama satu staf darat, sementara satu orang lainnya sempat dilaporkan hilang.
Menurut data Flightradar24, pesawat yang tergelincir merupakan Boeing 747 kargo yang dioperasikan oleh AirACT, maskapai Turki yang menyediakan kapasitas pengiriman tambahan bagi berbagai maskapai besar, termasuk Emirates. Pihak AirACT belum memberikan tanggapan resmi atas insiden ini.
Baca Juga : “Media Italia Sanjung Habis Jay Idzes Usai Bawa Sassuolo Curi Poin di Markas Lecce“
Dampak Operasional dan Investigasi Awal
Penutupan landasan pacu utara menyebabkan gangguan terhadap sejumlah penerbangan kargo dan penumpang di Hong Kong. Meskipun dua landasan lain masih beroperasi, pihak bandara memperingatkan kemungkinan penundaan dan pengalihan penerbangan hingga proses evakuasi selesai dan jalur dinyatakan aman.
Pemerintah Hong Kong juga menurunkan Badan Penanggulangan Darurat Maritim untuk mengantisipasi risiko tumpahan bahan bakar di sekitar area laut.
Baca Juga : “
Pesawat Boeing 747 dan Riwayat Operasi AirACT
Pesawat Boeing 747 dikenal sebagai salah satu jenis pesawat kargo terbesar di dunia dengan kemampuan mengangkut hingga 140 ton muatan. Model yang digunakan AirACT merupakan versi modifikasi dengan sistem kargo otomatis di ruang penyimpanan bawah.
AirACT, atau ACT Airlines, berbasis di Istanbul dan telah beroperasi sejak tahun 2004. Maskapai ini sering menjadi mitra logistik global, terutama untuk maskapai besar seperti Emirates SkyCargo dan Qatar Airways Cargo. Hingga kini, AirACT belum pernah mencatatkan kecelakaan fatal besar di luar insiden ringan operasional.
Reaksi Publik dan Keamanan Penerbangan
Ia menambahkan bahwa penyelidikan menyeluruh akan menentukan apakah ada kesalahan manusia, gangguan sistem, atau faktor lingkungan yang berkontribusi.
Langkah Penanganan dan Harapan Ke Depan
Meski insiden ini menjadi duka mendalam bagi keluarga korban, para pejabat penerbangan menegaskan pentingnya menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran untuk meningkatkan keselamatan penerbangan kargo global. Dengan penyelidikan menyeluruh dan evaluasi sistemik, diharapkan tragedi serupa tidak akan terulang di masa mendatang.