PEMERINTAH CATAT DAMPAK EKONOMI MOTOGP MANDALIKA 2025 CAPAI RP4,96 TRILIUN
MOTOGP MANDALIKA PERKUAT POSISI INDONESIA SEBAGAI DESTINASI SPORT TOURISM GLOBAL
Pemerintah mencatat penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025 memberikan dampak ekonomi sebesar Rp4,96 triliun. Capaian ini menegaskan peran besar event olahraga internasional dalam memperkuat struktur ekonomi nasional, khususnya sektor pariwisata, perdagangan, dan jasa.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menjelaskan bahwa dampak tersebut muncul dari meningkatnya mobilitas wisatawan, aktivitas transportasi, okupansi akomodasi, hingga transaksi UMKM di sekitar kawasan penyelenggaraan.
Baca Juga “Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas“
Menurut pemerintah, ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi balap motor dunia, tetapi juga instrumen strategis untuk menggerakkan ekonomi daerah dan memperkuat citra Indonesia di mata internasional.
Kawasan The Mandalika The Mandalika di Nusa Tenggara Barat kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi selama penyelenggaraan event tersebut, dengan efek lanjutan ke sektor pariwisata Lombok dan sekitarnya.
EFEK BERGANDA EKONOMI DARI SPORT TOURISM DI INDONESIA
Pemerintah menilai sport tourism telah berkembang menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi baru. MotoGP Mandalika menjadi contoh konkret bagaimana event olahraga dapat menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap ekonomi lokal dan nasional.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan bahwa sektor sport tourism dan sport industry memiliki potensi besar dalam memperluas basis pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat menjadi faktor kunci dalam menciptakan nilai ekonomi dari sebuah event internasional. Menurutnya, partisipasi berbagai pihak mendorong peningkatan belanja wisatawan dan investasi di daerah.
Erick juga menilai bahwa sport tourism tidak hanya menghasilkan pendapatan jangka pendek, tetapi juga membangun ekosistem industri olahraga yang berkelanjutan.
KETERLIBATAN UMKM DAN PENGUATAN EKONOMI LOKAL NTB
Dari sisi daerah, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Indah Dhamayanti Putri menyampaikan bahwa MotoGP Mandalika memberikan dampak langsung terhadap ekonomi masyarakat lokal.
Lebih dari 600 pelaku UMKM dilibatkan dalam berbagai aktivitas pendukung event, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga layanan wisata. Keterlibatan ini memperluas distribusi manfaat ekonomi hingga ke tingkat akar rumput.
Selain itu, pemerintah daerah mencatat peningkatan signifikan pada tingkat hunian hotel, permintaan transportasi, serta aktivitas perdagangan selama periode penyelenggaraan event.
Efek lainnya adalah meningkatnya eksposur pariwisata NTB di tingkat global, yang turut mendorong minat wisatawan untuk berkunjung ke destinasi lain di luar Mandalika.
PERAN STRATEGIS PEMERINTAH PUSAT DAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN
Dari perspektif perencanaan nasional, Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Kementerian PPN/Bappenas Bappenas Vivi Yulaswati menilai bahwa sport tourism telah berkembang menjadi industri bernilai tambah tinggi.
Ia menjelaskan bahwa sektor ini tidak hanya menciptakan perputaran ekonomi jangka pendek, tetapi juga memperkuat transformasi ekonomi berbasis jasa dan pariwisata.
Menurut Bappenas, dampak ekonomi dari MotoGP Mandalika juga mencakup penciptaan lapangan kerja baru, peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal, serta penguatan rantai pasok industri pariwisata.
Pemerintah menilai bahwa integrasi antara pembangunan infrastruktur dan penyelenggaraan event internasional menjadi strategi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif.
DAMPAK MULTISEKTOR: TRANSPORTASI, PERDAGANGAN, HINGGA INVESTASI
Selain sektor pariwisata, dampak MotoGP Mandalika juga dirasakan pada sektor transportasi, logistik, dan perdagangan. Lonjakan mobilitas penonton mendorong peningkatan penggunaan transportasi udara, darat, dan laut menuju Nusa Tenggara Barat.
Sektor akomodasi dan kuliner juga mengalami peningkatan permintaan signifikan selama periode event. Hal ini menciptakan peluang pendapatan tambahan bagi pelaku usaha lokal dan nasional.
Pemerintah mencatat bahwa efek ekonomi tidak hanya terjadi saat event berlangsung, tetapi juga sebelum dan sesudah penyelenggaraan, melalui aktivitas persiapan, promosi, dan kunjungan lanjutan wisatawan.
KONSISTENSI PENYELENGGARAAN DAN POSISI INDONESIA DI LEVEL GLOBAL
MotoGP Mandalika akan kembali digelar pada 9–11 Oktober 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika Mandalika International Circuit yang berada di kawasan KEK Mandalika.
Penyelenggaraan tahun 2026 akan menjadi edisi kelima sejak pertama kali digelar pada 2022. Konsistensi ini menunjukkan tingkat kepercayaan internasional yang tinggi terhadap kapasitas Indonesia dalam mengelola event olahraga berskala global.
Pemerintah menilai keberlanjutan event ini penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata dan memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi sport tourism unggulan di Asia.
PENUTUP: SPORT TOURISM JADI ARAH STRATEGIS EKONOMI NASIONAL
Pemerintah menegaskan bahwa MotoGP Mandalika bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga instrumen strategis pembangunan ekonomi. Dampak sebesar Rp4,96 triliun menjadi indikator nyata kontribusi sport tourism terhadap ekonomi nasional.
Ke depan, pemerintah berencana memperkuat ekosistem pendukung, termasuk peningkatan kapasitas UMKM, pengembangan infrastruktur, serta perluasan investasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Dengan pendekatan ini, MotoGP Mandalika diharapkan terus menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkuat reputasi Indonesia di panggung internasional.
Baca Juga “PLN UP3 Parepare libatkan UMKM perkuat ekosistem gaya hidup elektrik“