KKP Tingkatkan Produksi Garam Rakyat Melalui Rehabilitasi Dapur Garam Pidie
Rehabilitasi 90 Dapur Garam Dorong Produktivitas Petani di Pidie
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan rehabilitasi 90 unit dapur produksi garam di Kabupaten Pidie, Aceh, sebagai upaya meningkatkan produktivitas petani garam rakyat sekaligus memperkuat kapasitas produksi garam nasional.
Sekretaris Jenderal KKP Andy Artha Donny Oktapura mengatakan program rehabilitasi tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan usaha garam rakyat. Langkah ini juga bertujuan mempercepat peningkatan produksi garam dalam negeri.
“Rehabilitasi dapur produksi garam sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan usaha garam rakyat dan percepatan peningkatan produksi garam nasional,” kata Andy saat mengunjungi kawasan produksi garam di Kabupaten Pidie, Aceh.
Program Rehabilitasi Menjangkau Tiga Wilayah Produksi Garam Pidie
KKP akan merehabilitasi 90 titik dapur produksi garam yang tersebar di tiga wilayah, yakni Kecamatan Kembang Tanjong, Kecamatan Simpang Tiga, dan Kota Sigli.
Dalam kunjungannya, Andy berdialog dengan pemerintah daerah, penyuluh perikanan, serta kelompok usaha garam rakyat untuk melihat perkembangan produksi dan tantangan yang dihadapi petani garam setempat.
Menurutnya, peningkatan kualitas sarana produksi menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan usaha garam rakyat. Dengan fasilitas yang lebih baik, petani diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi sekaligus memperoleh nilai ekonomi yang lebih tinggi.
“Kami berharap dengan adanya rehabilitasi dapur garam ini, selain produksinya meningkat, petani juga lebih mendapatkan manfaatnya. Ini merupakan upaya pemerintah meningkatkan produktivitas petani garam di Aceh,” ujar Andy.
baca juga: Wanti-Wanti Mentan Amran: Beras Tak Boleh Langka di Pasaran
KKP Salurkan Teknologi dan Infrastruktur Pendukung Produksi Garam
Selain memperbaiki dapur produksi, KKP juga memberikan dukungan teknologi dan infrastruktur kepada kelompok usaha garam rakyat di Pidie.
Salah satu bantuan yang disalurkan adalah brine refinery system (BRS), yaitu mesin penyulingan dan pemurnian air tua sisa pengolahan garam menjadi air tawar yang aman atau produk turunan bernilai ekonomis.
Bantuan tersebut diberikan kepada Kelompok Baro Hudep di Desa Cebrek, Kecamatan Simpang Tiga. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengolahan limbah produksi garam sekaligus membuka peluang usaha tambahan bagi masyarakat.
KKP juga menyalurkan 180 unit tunnel garam geomembran kepada sembilan kelompok usaha garam di Desa Cebrek, Desa Peukan Sot, dan Gampong Ara.
Selain itu, pemerintah membangun saluran produksi garam sepanjang 2.150 meter di kawasan lahan garam Gampong Ara, Desa Pasi Ie Leubeue, dan Desa Keude Ie Leubeue.
Program pendukung lainnya mencakup pembangunan satu unit gudang garam rakyat di Gampong Cebrek, Kecamatan Simpang Tiga. KKP memastikan pengembangan sektor garam di Pidie akan terus berlanjut pada 2027 melalui tahap lanjutan.
Pidie Jadi Sentra Garam Rakyat Aceh
Kabupaten Pidie menjadi salah satu sentra produksi garam rakyat di Provinsi Aceh. Berdasarkan data KKP, produksi garam Pidie pada 2025 mencapai 5,7 juta kilogram atau sekitar 5.700 ton.
Produksi tersebut mampu memenuhi sekitar 50 persen kebutuhan garam di Provinsi Aceh. Kondisi ini menunjukkan peran penting Pidie dalam mendukung ketersediaan garam di tingkat daerah.
KKP menilai peningkatan produktivitas, kualitas, dan daya saing garam rakyat membutuhkan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh perikanan, serta kelompok usaha garam.
Melalui penguatan sarana produksi dan penerapan teknologi, pemerintah berharap petani garam di Pidie dapat menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan memiliki daya saing lebih tinggi.
Sinergi Pemerintah Dorong Kemandirian Garam Nasional
Andy Artha Donny Oktapura optimistis kolaborasi berbagai pihak dapat mempercepat terwujudnya kemandirian garam nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Program rehabilitasi dapur produksi garam di Pidie menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat industri garam rakyat. Dengan dukungan infrastruktur, teknologi, dan pendampingan, sektor garam di Aceh diharapkan terus berkembang secara berkelanjutan.
baca juga: KKP terapkan teknologi Tunnel-SWRO tingkatkan kualitas garam rakyat