garagedangeli.com -Atlet China, Ning Zhongyan, berhasil meraih medali perunggu pada nomor 1.000 meter putra cabang seluncur cepat (speed skating). Medali ini menjadi persembahan pertama bagi China di cabang olahraga es selama Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026. Keberhasilan Ning menandai pencapaian penting bagi delegasi China, sekaligus menegaskan kemampuan mereka bersaing di arena internasional.
Lomba 1.000 meter putra berlangsung ketat, dengan para atlet menampilkan kecepatan maksimal dan strategi yang presisi. Ning Zhongyan mampu menjaga ritme stabil sepanjang lomba, menyelesaikan dengan catatan waktu yang cukup untuk naik podium. “Saya bangga bisa menyumbangkan medali pertama untuk tim China di Olimpiade ini,” ujar Ning setelah perlombaan.
Sementara itu, di cabang ski alpin, atlet Swiss Franjo von Allmen memukau dunia. Ia merebut medali emas di nomor super-G putra, sekaligus menjadi atlet putra ski alpin ketiga dalam sejarah yang menyabet tiga medali emas dalam satu edisi Olimpiade Musim Dingin. Prestasi ini menunjukkan dominasi Swiss dalam disiplin ski dan konsistensi von Allmen di berbagai nomor.
Baca juga:“Arteta Minta Timnya Tetap Tenang Usai Imbang Lawan Brentford”
Italia Catat Sejarah di Luge, Raih Emas Ganda Putri dan Putra
Italia mencatatkan prestasi bersejarah di cabang olahraga luge Olimpiade Musim Dingin 2026. Negara tuan rumah meraih medali emas di nomor ganda putri, kemudian menambah koleksi emas di nomor ganda putra. Keberhasilan ini menegaskan dominasi Italia dalam disiplin luge sekaligus memberi kebanggaan nasional.
Di nomor ganda putri, pasangan Andrea Voetter dan Marion Oberhofer tampil impresif. Mereka mencatatkan waktu total 1 menit 46,284 detik, unggul 0,120 detik atas pasangan Jerman Dajana Eitberger dan Magdalena Matschina. Posisi ketiga ditempati pasangan Austria, Selina Egle dan Lara Michaela Kipp. “Kami berlatih keras untuk momen ini. Senang bisa memberikan emas pertama untuk Italia,” kata Voetter setelah lomba.
Lomba berlangsung ketat dengan perbedaan waktu yang tipis menunjukkan persaingan sengit antar tim Eropa. Kecepatan, koordinasi, dan penguasaan lintasan menjadi kunci keberhasilan Italia. Para atlet menunjukkan teknik start dan pengendalian sled yang optimal, memastikan posisi unggul dari awal hingga garis finis.
Prestasi Italia ini penting karena sebelumnya medali emas nomor ganda putri jarang diraih tim tuan rumah. Sejarah luge menunjukkan dominasi Jerman dan Austria di cabang ini, sehingga kemenangan Voetter dan Oberhofer menjadi pencapaian yang signifikan. Tambahan medali emas di nomor ganda putra semakin mengukuhkan posisi Italia sebagai kekuatan baru di luge.
Lemley Menang Snowboard, Simon Sabet Emas Biathlon di Olimpiade 2026
Pada Olimpiade Musim Dingin 2026, ketegangan memuncak di cabang snowboard dan biathlon. Di nomor snowboard final, Anthony, qualifier teratas, meraih 83,96 poin pada lompatan pertamanya. Namun, ia kehilangan kendali saat lompatan kedua dan hanya mencetak 60,81 poin, gagal mempertahankan posisi teratas.
Sementara itu, Shaun Lemley tampil konsisten dan mencatat 82,30 poin, cukup untuk meraih medali emas. Rekan setimnya, Jaelin Kauf, menempati posisi kedua dan meraih perak. Perrine Laffont dari Prancis melengkapi podium dengan medali perunggu. Keberhasilan Lemley menegaskan strategi dan fokus penting dalam kompetisi snowboard yang ketat.
Di cabang biathlon, Prancis menunjukkan dominasi di nomor individu 15 kilometer putri. Julia Simon berhasil menutup lomba dengan catatan waktu 41 menit 15,6 detik, meski melakukan satu kesalahan pada posisi berdiri. Rekan setimnya, Lou Jeanmonnot, meraih medali perak, menandai keunggulan tim Prancis di disiplin ini. “Satu kesalahan tidak menghentikan saya. Latihan dan fokus menjadi kunci kemenangan,” kata Simon.
Lomba biathlon menuntut kombinasi kecepatan ski dan akurasi menembak. Simon menunjukkan teknik yang matang dan strategi mengatur ritme lomba, yang membedakannya dari pesaing. Keberhasilan Prancis di nomor putri menegaskan konsistensi tim dalam Olimpiade Musim Dingin.
Baca juga:“Semifinal WTA 1000 Doha: Ostapenko vs Mboko, Muchova vs Sakkari”